Kekayaan bersih Elon Musk kembali menyusut tajam dan membuat status triliuner yang sempat melekat padanya lenyap. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per 25 Juni 2026, nilai kekayaannya turun menjadi sekitar US$946 miliar atau setara dengan Rp15.420 triliun.
Angka itu menempatkan Musk tetap sebagai orang terkaya di dunia, tetapi sudah tidak lagi berada di level triliuner. Penurunan besar tersebut terjadi hanya dalam hitungan hari setelah lonjakan yang sempat mengangkat namanya ke posisi paling atas dalam sejarah kekayaan global.
Tekanan dari saham SpaceX dan Tesla
Pelemahan itu tidak muncul tanpa sebab. Dalam beberapa hari terakhir, dua aset utama yang menopang kekayaan Musk sama-sama terkoreksi, yaitu SpaceX dan Tesla.
Saham SpaceX dilaporkan turun sekitar 30% dari titik puncaknya setelah IPO. Di saat yang sama, saham Tesla ikut tertekan oleh aksi jual massal di sektor teknologi.
Kondisi tersebut langsung memangkas valuasi kekayaan Musk yang sebelumnya melonjak tajam. Lonjakan itu terjadi setelah IPO SpaceX pada pertengahan Juni mendorong valuasi perusahaan tersebut mendekati US$2 triliun.
Lonjakan yang tak bertahan lama
Pada puncaknya, kekayaan Musk sempat menembus lebih dari US$1,1 triliun atau sekitar Rp17.930 triliun. Forbes sebelumnya juga pernah memperkirakan kekayaannya mencapai US$1,1 triliun pada hari pertama perdagangan saham SpaceX dimulai.
Namun, status triliuner itu tidak bertahan lama. Fortune melaporkan bahwa gelar tersebut hanya berlangsung sekitar 12 hari sebelum terkikis oleh koreksi harga saham.
Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Musk sempat turun ke US$957 miliar pada 24 Juni. Setelah itu, nilainya kembali melemah hingga berada di kisaran US$946 miliar pada pembaruan berikutnya.
Jarak jauh dari para pesaing
Meski status triliuner sudah hilang, posisi Musk di puncak daftar orang terkaya dunia belum tergoyahkan. Jaraknya dengan para pesaing utama masih sangat lebar dan menunjukkan dominasi yang belum tertandingi.
Larry Page, pendiri Google, tercatat berada di urutan berikutnya dengan kekayaan sekitar US$296 miliar. Sergey Brin menyusul dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$275 miliar.
Perbandingan itu memperlihatkan betapa besar selisih yang masih memisahkan Musk dari para pengusaha teknologi lain. Di saat yang sama, pergerakan kekayaannya juga menunjukkan betapa sensitifnya total aset Musk terhadap fluktuasi pasar.
Selama sebagian besar kekayaannya masih terkait erat dengan kinerja perusahaan yang ia pimpin, perubahan harga saham dapat mengubah statusnya dalam waktu singkat. Dalam kasus Musk, gelar triliuner bisa datang dan pergi hanya dalam belasan hari.
