Stealth dan co-op penuh menjadi dua perubahan paling menonjol yang dibawa Expeditions: Samurai. Seri yang selama ini dikenal lewat eksplorasi, pertempuran berbasis giliran, serta pilihan dan konsekuensi itu kini mencoba memberi ruang taktis yang lebih luas tanpa kehilangan identitas lamanya.
Perubahan tersebut hadir bersamaan dengan langkah paling berani dalam sejarah seri ini, yaitu membawa pemain ke Jepang feodal untuk pertama kalinya. Pengumuman resminya sudah muncul di IGN Live, sementara rincian yang paling menarik justru terlihat dari sesi pratinjau bersama Jonas Wæver, kreator sekaligus Creative Director di Campfire Cabal.
Stealth dan co-op jadi fokus baru
Dalam Expeditions: Samurai, stealth tidak lagi sekadar pelengkap. Pemain bisa menyelinap, memisahkan anggota party, menyiapkan posisi, lalu menyerang lebih dulu dengan kejutan yang kuat sebelum pertarungan utama dimulai.
Pendekatan ini membuat setiap pertemuan terasa lebih taktis. Sistemnya tetap menjaga ciri khas seri Expeditions, tetapi memberi cara baru bagi pemain untuk mengatur ritme pertempuran sejak awal.
Mode co-op juga dibuat lebih serius karena kampanye penuh tersedia secara opsional. Tujuannya adalah membuat kerja sama terasa lancar dan mengurangi jeda yang biasanya muncul dalam RPG multipemain.
Game ini memakai sistem Simultaneous Combat Resolution yang sebelumnya sudah diperkenalkan di Expeditions: Rome. Dengan sistem itu, dua pemain menjalankan aksi secara bersamaan, lalu giliran berpindah ke AI musuh setelah keduanya selesai.
Di bagian dialog, dua pemain juga bisa berbicara dengan karakter yang sama secara bersamaan. Kontrol percakapan dapat berpindah antar pemain sesuai kemampuan karakter yang digunakan, sehingga interaksi terasa lebih hidup.
William Adams jadi pusat kisah
Seperti seri Expeditions sebelumnya, game baru ini juga berangkat dari sosok nyata yang melakukan perjalanan ke budaya asing. Tokoh yang dipilih adalah William Adams, navigator Inggris yang berlayar ke Jepang dengan kapal Belanda pada tahun 1600.
Meski bertumpu pada sejarah, game ini tetap memberi banyak ruang untuk keputusan pemain. Wæver menegaskan bahwa pemain bisa masuk ke posisi William Adams dan membuat pilihan yang sangat berbeda sesuai gaya bermain masing-masing.
Pendekatan itu tetap mempertahankan ciri seri yang memadukan fakta historis dan fiksi. Tim pengembang ingin menjaga detail sejarah, tetapi tetap membangun kisah rekaan dengan karakter dan jalur cerita mereka sendiri.
Early Access dimulai dari Act One
Expeditions: Samurai dijadwalkan masuk Early Access pada Agustus 2026 melalui Act One. Wæver menyebut bagian awal ini akan menawarkan sekitar delapan jam permainan dan statusnya hampir selesai dari sisi fitur.
Setelah itu, pengembang menyiapkan dua pembaruan besar. Satu akan fokus pada tambahan gameplay, sementara pembaruan lain membawa Act Two dengan tambahan 10 jam misi.
Untuk versi 1.0, game ini ditargetkan hadir dengan empat act utama dan total sekitar 60 jam lebih konten permainan. Saat ini, rilisnya direncanakan untuk PC, meski konsol masih disebut sebagai opsi di masa depan.
Pemain yang ingin mengikuti perkembangannya sudah bisa memasukkannya ke wishlist di Steam. Dengan latar Jepang feodal, stealth yang lebih berperan, dan co-op yang dibuat lebih rapi, Expeditions: Samurai muncul sebagai langkah baru yang sangat ambisius bagi seri ini.







