Steam Deck OLED Kini Lebih Sulit Dijangkau, Harga Naik Saat Krisis RAM Menekan Handheld Gaming

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Kenaikan harga Steam Deck OLED kini menjadi sorotan karena lonjakannya terasa sangat tajam, terutama pada model 512 GB dan 1 TB. Valve resmi menyesuaikan harga perangkat itu di tengah tekanan biaya produksi yang makin berat dan krisis RAM yang ikut menyeret banyak perangkat gaming.

Menurut Polygon, Steam Deck OLED 512 GB naik dari 549 dolar Amerika Serikat menjadi 789 dolar Amerika Serikat. Untuk varian 1 TB, harganya melonjak lebih jauh lagi menjadi 949 dolar Amerika Serikat setelah naik 300 dolar Amerika Serikat.

Dengan harga baru itu, Steam Deck OLED makin jauh dari citranya sebagai handheld yang masih bisa dijangkau banyak gamer. Selisih harga antarvarian juga membuat calon pembeli harus berpikir dua kali sebelum memilih model yang lebih tinggi.

Tekanan yang datang dari industri memori

Salah satu pemicu utama kondisi ini berasal dari krisis RAM yang sedang melanda industri komputasi global. Pusat data AI membutuhkan kapasitas memori sangat besar, dan permintaan itu membuat rantai pasok komponen memori ikut tertekan.

Produsen chip memori cenderung mengalihkan pasokan ke kebutuhan pusat data karena margin keuntungannya lebih besar. Akibatnya, RAM untuk produk konsumen menjadi lebih terbatas dan biaya produksi perangkat ikut terdorong naik.

Dampaknya tidak berhenti di handheld gaming. Konsol, laptop, dan perangkat lain yang bergantung pada komponen memori juga ikut merasakan kenaikan biaya produksi karena pasokan RAM semakin sulit stabil.

Bukan hanya Valve yang menaikkan harga

Steam Deck OLED tidak bergerak sendiri dalam gelombang kenaikan harga perangkat gaming. Hampir semua pemain besar di industri ini juga melakukan penyesuaian pada produk andalannya.

Microsoft lebih dulu menaikkan harga seluruh lini Xbox Series S dan Xbox Series X. Sony kemudian menyusul lewat PlayStation 5 Pro yang kini dibanderol 900 dolar Amerika Serikat atau Rp16 juta.

Nintendo juga ikut mengerek harga Switch 2 menjadi 500 dolar Amerika Serikat atau Rp8,9 juta. Di tengah kondisi itu, Steam Deck OLED masuk ke kelompok perangkat gaming yang makin mahal bagi pembeli baru.

Beban lain yang memperberat harga

Selain persoalan RAM, tekanan biaya juga dipengaruhi kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap sejumlah negara basis manufaktur perangkat elektronik. Meski kebijakan itu tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana, ketidakpastian yang muncul tetap menyulitkan produsen dalam menghitung biaya produksi dan distribusi.

Untuk pasar Indonesia, dampaknya berpotensi terasa lebih besar karena ada pengaruh fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Saat dolar menguat, harga perangkat impor cenderung ikut naik dan beban konsumen lokal menjadi semakin berat.

Dampaknya ke pasar game dan pemain

Kenaikan harga perangkat gaming bisa memperlambat masuknya pemain baru ke ekosistem game. Bagi developer dan publisher, basis pengguna yang besar sangat penting agar investasi pengembangan bisa kembali.

Situasi ini juga memengaruhi pemilik konsol lama karena sejumlah game mulai meninggalkan perangkat generasi sebelumnya. Salah satu contohnya adalah Call of Duty: Warzone yang secara bertahap menghentikan dukungan untuk konsol lama.

Kombinasi antara harga hardware yang terus naik dan perubahan dukungan game membuat banyak pemain harus menunda upgrade. Untuk saat ini, pasar handheld dan konsol gaming belum menunjukkan tanda cepat kembali ke harga yang lebih ramah bagi pembeli.

Source: www.idntimes.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru