Stok Beras Nasional 5,3 Juta Ton, Pemerintah Punya Ruang Lebih Luas Jaga Harga

Cadangan beras pemerintah yang mencapai 5,3 juta ton memberi gambaran bahwa pasokan pangan nasional sedang berada di posisi yang kuat. Stok besar yang tersimpan di gudang Bulog itu juga membuka ruang bagi pemerintah untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Di saat cadangan beras sudah berada di level tinggi, pemerintah memilih tidak berhenti pada capaian tersebut. Arah berikutnya adalah memperluas penguatan pangan, terutama pada jagung dan komoditas strategis lain, agar kebutuhan dalam negeri tetap aman.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin puas hanya dengan swasembada beras. Menurut dia, capaian yang ada sekarang harus menjadi landasan untuk melangkah ke target yang lebih luas di sektor pangan.

Prasetyo menyebut keberhasilan itu lahir dari kerja keras banyak pihak, terutama kementerian terkait dan para petani di berbagai daerah. Ia menilai swasembada beras pada 2025 menjadi pijakan penting untuk memperkuat swasembada pada komoditas lain.

“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri,” kata Prasetyo. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kini bergerak untuk mengejar swasembada di bidang jagung dan komoditas pangan lain.

Pernyataan itu ia sampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Agenda tersebut sekaligus menandai dimulainya panen raya di daerah itu.

Panen raya dipandang sebagai bagian penting dari upaya menjaga ketahanan sekaligus kemandirian pangan. Di lapangan, produksi yang kuat dan stok yang besar diposisikan sebagai dua faktor yang saling mendukung.

Prasetyo juga menyoroti arti penting cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog. Menurut dia, angka 5,3 juta ton menunjukkan bahwa kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali.

Ia menambahkan, posisi stok seperti itu memberi pemerintah ruang yang lebih longgar untuk menjaga stabilitas harga. Dengan begitu, pasokan tetap terjaga dan masyarakat diharapkan bisa mengakses pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Prasetyo turut menekankan bahwa pemerintah ingin memastikan pangan aman, harga tetap terjangkau, dan bila perlu Indonesia dapat membantu saudara-saudara di negara lain. Pesan itu memperlihatkan bahwa cadangan besar tidak hanya dipandang sebagai penyangga dalam negeri, tetapi juga sebagai modal ketahanan yang lebih luas.

Dari sisi produksi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus memperkuat dukungan bagi petani. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan pupuk tersedia agar hasil pertanian tetap terjaga.

Amran menyebut stok pupuk nasional berada dalam kondisi lebih dari cukup. Ia juga mengatakan Indonesia sudah mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara, termasuk Australia, Filipina, Brasil, dan India.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan sektor pendukung pertanian ikut bergerak positif. Amran menambahkan harga pupuk di dalam negeri turun 20 persen, yang diharapkan dapat membantu produktivitas petani di lapangan.

Ia juga menuturkan bahwa Indonesia tidak hanya mencatat swasembada beras, tetapi sudah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Capaian ini menjadi bagian dari penguatan basis pangan nasional yang lebih luas.

Dengan cadangan beras 5,3 juta ton, penguatan produksi jagung, serta dukungan pupuk yang memadai, pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas penting. Fokus itu diarahkan untuk menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer