Stok iPhone 17 Pro Menipis di iBox, Kenaikan Harga Tak Menahan Peminatnya

Author: Redaksi Android62

Stok iPhone 17 Pro di gerai iBox dilaporkan kosong untuk seluruh varian, sementara iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro 256 GB masih jadi incaran di tengah harga yang terus bergerak naik. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan atas lini premium Apple tetap kuat meski banderol resminya sudah lebih tinggi dibanding awal Mei.

Di jaringan toko iBox, iPhone 17 Pro Max kini dibanderol Rp26.499.000 dari sebelumnya Rp26.249.000. Varian 512 GB juga ikut naik menjadi Rp30.999.000, sedangkan iPhone 17 Pro 256 GB tercatat berada di angka Rp24.249.000.

Kenaikan harga itu tidak langsung menahan minat pembeli. Di pasar ritel domestik, justru lini iPhone 17 Pro dan Pro Max disebut paling terasa kena dampaknya, namun permintaan tetap bergerak cepat di gerai resmi.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa sebagian konsumen masih menilai iPhone 17 layak diburu meski harganya naik. Bagi banyak pembeli, daya tahan baterai, performa yang stabil, dan dukungan sistem operasi jangka panjang dari Apple tetap menjadi alasan utama.

Salah satu pembeli, Recha Tiara, memilih tetap melakukan upgrade ke seri Pro karena perangkat lamanya sudah tidak nyaman dipakai harian. Ia mengaku baterai ponsel sebelumnya sudah boros dan dirinya memang belum pernah memakai seri Pro dari Apple.

“Alasan utamanya karena HP saya sebelumnya sudah mulai boros baterai dan kurang nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Saya memang sekalian ingin upgrade ke seri Pro dari Apple karena sebelumnya belum pernah pakai,” kata Recha kepada Bloomberg Technoz.

Bagi Recha, harga yang naik tidak otomatis membuat pembelian menjadi sia-sia. Ia justru memandang iPhone 17 sebagai perangkat yang dapat dipakai dalam jangka panjang dan memiliki nilai guna yang tinggi.

“Walaupun harganya naik, saya melihatnya sebagai investasi device yang bisa dipakai cukup lama,” katanya.

Pertimbangan serupa datang dari Rizki Mahesar, yang membeli iPhone 17 untuk mendukung produktivitas istrinya sebagai pembuat konten. Ia menjelaskan bahwa iPhone 13 yang dipakai sejak 2021 sudah tidak optimal karena baterainya melemah.

“Baterai iPhone 13-nya sudah perlu diservis atau diganti sehingga mengganggu produktivitasnya. Oleh karena itu upgrade ke iPhone 17 Pro dilakukan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas,” ungkap Rizki.

Ia menilai keputusan membeli ponsel premium tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, untuk perangkat kerja yang dipakai langsung, kenaikan harga masih dianggap masuk akal.

“Kalau melihat smartphone sebagai barang tersier, tentu terasa kurang bijak. Namun karena iPhone 17 Pro diyakini dapat diandalkan untuk mendukung produktivitas, ditambah perangkat sebelumnya sudah drop baterainya, membeli iPhone 17 Pro dengan kenaikan harga yang masih bisa dimaklumi merupakan keputusan yang terukur,” ujarnya.

Selain faktor teknis, desain baru pada generasi ke-17 juga ikut menambah daya tarik. Rizki menyebut pengalaman positif menggunakan produk Apple selama lima tahun terakhir membuat dirinya tetap bertahan di ekosistem yang sama.

“Jadi membeli iPhone 17 Pro merupakan kombinasi antara kepuasan pada produk sebelumnya yang terbukti awet sekaligus mengikuti tren karena adanya inovasi desain,” pungkas Rizki.

Di sisi ketersediaan, stok yang menipis memperkuat gambaran tingginya permintaan. Sejumlah tipe iPhone generasi sebelumnya juga terpantau tidak tersedia di toko ritel tersebut, menandakan laju pembelian masih sangat cepat meski harga sudah naik.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru