Steam Controller baru langsung mencuri perhatian besar saat meluncur. Dalam waktu sekitar 30 menit, perangkat ini dilaporkan sudah ludes terjual, sementara toko Steam ikut mengalami gangguan di saat banyak pembeli berebut menyelesaikan transaksi.
Lonjakan minat itu datang begitu cepat hingga banyak pengguna kesulitan masuk ke proses pembelian. Downdetector mencatat kenaikan tajam laporan error tepat di sekitar waktu peluncuran, yaitu pukul 1 PM Eastern atau 10 AM Pacific.
Toko Steam ikut kewalahan
Di Steam Store, pengalaman belanja bagi sebagian pengguna berubah menjadi penuh kendala. Pesan kesalahan transaksi muncul berulang, termasuk notifikasi bahwa ada error saat menginisialisasi atau memperbarui transaksi.
Dalam notifikasi itu, pengguna diminta menunggu sebentar atau menghubungi dukungan. Gangguan seperti ini membuat momen pembelian terasa kacau di saat stok sedang diburu banyak orang.
Di halaman penjualan, estimasi pengiriman juga sempat berubah. Awalnya Steam Controller menampilkan waktu tunggu 3–5 hari kerja, lalu bergeser menjadi 6–10 hari kerja sebelum stok kembali habis.
Stok sempat muncul lagi, lalu cepat habis
Sekitar 15 menit setelah stok pertama ludes, sistem sempat menampilkan ketersediaan kembali. Harapan para pembeli tidak bertahan lama karena stok itu segera habis lagi.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap perangkat baru Valve jauh melampaui stok awal yang disiapkan. Bahkan sebuah controller bisa memicu respons besar sampai membuat layanan Steam ikut terganggu dalam waktu singkat.
Fenomena ini juga menegaskan bahwa Steam Controller versi baru datang dengan perhatian pasar yang jauh lebih besar. Minat seperti ini membuat peluncurannya terasa jauh lebih ramai dibanding sekadar rilis aksesori biasa.
Berbeda jauh dari generasi lama
Momentum yang tercipta kali ini sangat kontras dengan Steam Controller generasi lama. Perangkat lama itu pada akhirnya dijual hanya seharga $5 per unit.
Perbedaan tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam penerimaan pasar terhadap nama Steam Controller. Versi baru langsung habis lebih cepat dan datang di tengah sorotan yang jauh lebih tinggi.
Valve masih punya rencana hardware lain
Steam Controller bukan satu-satunya perangkat yang disiapkan Valve dalam gelombang rilis ini. Perusahaan itu masih menargetkan Steam Frame dan Steam Machine baru hadir tahun ini.
Meski begitu, Valve disebut masih menghadapi hambatan pada peluncuran hardware karena krisis RAM yang memengaruhi rollout produknya. Artinya, Steam Controller baru bisa dianggap sebagai pembuka dari rangkaian rilis hardware berikutnya.
Penilaian awal ikut membentuk persepsi
Di sisi lain, penilaian awal terhadap perangkat ini juga memberi konteks tambahan soal posisinya di pasar. Hardware writer Jacob Ridley menilai Steam Controller sebagai all-rounder yang kuat.
Namun, Ridley juga menyebut perangkat itu bukan pilihan terbaik dari sisi nilai jika dibandingkan alternatif yang lebih murah dari 8bitdo atau Gamesir. Dua merek itu disebut sudah menawarkan fitur premium seperti Hall Effect sticks.
Gabungan antara stok yang cepat habis, gangguan transaksi, dan antusiasme besar membuat peluncuran ini menonjol sejak awal. Steam Controller kini sudah menjadi salah satu momen hardware Valve yang paling diperhatikan, bahkan sebelum banyak pembeli sempat benar-benar memakainya.







