Strategy Michael Saylor Tetap Menahan Tekanan Jual Bitcoin, Saat Penopang Pasar Kian Menipis

Strategy milik Michael Saylor menjadi salah satu penopang utama Bitcoin ketika pasar kehilangan banyak sumber arus masuk baru. Menurut Bernstein, pembelian perusahaan itu membantu menjaga arus masuk tetap positif di saat investor lain justru menarik diri.

Peran tersebut menjadi semakin penting karena arus masuk dari perusahaan treasury aset digital dan ETF diperkirakan hanya mencapai $10 miliar pada 2026, turun tajam dari $60 miliar pada tahun lalu. Di saat yang sama, spot ETF justru mencatat arus keluar $5,5 miliar sepanjang tahun ini.

Strategy menahan tekanan saat penjual lain bertambah

Bernstein menilai pasar Bitcoin tidak runtuh karena pembelian dari treasury korporasi masih mampu menjaga net inflows tetap positif. Gautam Chhugani menyebut aksi beli Bitcoin oleh Strategy sebagai “balancing force in the market”.

Kondisi itu kontras dengan langkah para penambang Bitcoin besar di Amerika Serikat yang justru menjadi penjual bersih. Banyak dari mereka mempercepat pivot ke pusat data AI, sehingga menambah tekanan jual di pasar Bitcoin.

Di tengah perubahan arus itu, Strategy tetap konsisten menambah kepemilikan. Perusahaan yang di bawah Michael Saylor beralih dari bisnis perangkat lunak pada 2020 menjadi treasury digital aset publik terbesar itu kini memegang lebih dari 843.700 token.

Kepemilikan tersebut setara dengan sekitar 4% dari total suplai Bitcoin. Skala itu membuat setiap langkah Strategy punya bobot besar dalam pergerakan pasar.

Harga Bitcoin masih tertekan, tetapi belum separah siklus sebelumnya

Bitcoin sempat diperdagangkan di sekitar $62.000, atau turun sekitar 54% dari rekor tertingginya di kisaran $125.000 pada Oktober. Meski penurunannya tajam, Bernstein menilai pelemahan kali ini masih lebih ringan dibandingkan musim dingin kripto sebelumnya.

Chhugani mengatakan belum jelas apakah pasar sudah sepenuhnya keluar dari tekanan. Namun, ia menegaskan bahwa bear market kali ini terasa lebih jinak daripada penurunan besar pada siklus sebelumnya.

Sentimen investor ikut terbebani oleh arus keluar ETF spot dan pergeseran modal ke investasi terkait AI. Dua faktor itu membuat performa Bitcoin makin berat sepanjang tahun ini.

Ekspektasi kebijakan The Fed ikut memicu volatilitas

Bitcoin juga sangat sensitif terhadap arah suku bunga Federal Reserve. Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran meningkat bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun ini.

Tekanan dari ekspektasi tersebut pernah terlihat jelas pada Juni, ketika Bitcoin anjlok 20% dan mencatat kinerja bulanan terburuknya dalam empat tahun. Pergerakan itu terjadi di tengah spekulasi kenaikan suku bunga yang makin kuat.

Selama kondisi pasar masih rapuh, peran Strategy tetap menonjol. Selama perusahaan itu terus membeli saat pemain lain menjual, Bitcoin masih memiliki penyangga yang menahan potensi aksi jual yang lebih dalam.

Fakta UtamaAngkaKeterangan
Arus masuk treasury aset digital dan ETF$10 miliarProyeksi Bernstein untuk 2026
Arus masuk tahun sebelumnya$60 miliarLebih tinggi dari proyeksi 2026
Arus keluar spot ETF$5,5 miliarTercatat sepanjang tahun ini
Kepemilikan StrategyLebih dari 843.700 tokenSetara sekitar 4% suplai Bitcoin

Dengan komposisi pasar yang berubah, Bitcoin kini bergantung pada sedikit pembeli besar untuk menjaga keseimbangan. Di antara para pembeli itu, Strategy menjadi nama yang paling menonjol karena tetap masuk saat banyak pihak lain memilih keluar.

Berita Terkait