Bagi orang yang menjaga gula darah, stroberi menjadi pilihan yang lebih ramah dibanding pisang. Perbedaannya terutama terlihat pada indeks glikemik, sementara pisang justru unggul dalam pasokan energi, karbohidrat, vitamin B6, dan kalium.
Ahli gizi menegaskan bahwa buah tidak bisa disamakan dengan makanan manis olahan. Amanda Sauceda, MS, RD, menjelaskan kepada Parade bahwa buah memang mengandung gula alami, tetapi juga membawa vitamin, mineral, dan serat yang membuat dampaknya pada tubuh berbeda dari permen atau karbohidrat olahan.
Stroberi lebih unggul saat targetnya gula darah stabil
Kara Dawson, RD, Clinical Nutrition Manager di HonorHealth Four Peaks Medical Center, menjelaskan bahwa indeks glikemik mengukur seberapa cepat makanan berkarbohidrat meningkatkan gula darah dibandingkan glukosa murni. Dari ukuran itu, stroberi berada di kisaran sekitar 40 dan tergolong rendah.
Berbeda dengan stroberi, pisang ukuran sedang berada di kisaran 42 hingga 51. Angka itu bisa naik menjadi 56 hingga 85 jika buah sudah sangat matang, sehingga kenaikan gula darahnya dapat terjadi sedikit lebih cepat.
| Buah | Indeks Glikemik | Catatan |
|---|---|---|
| Stroberi | Sekitar 40 | Termasuk rendah |
| Pisang ukuran sedang | 42-51 | Bisa naik menjadi 56-85 jika sangat matang |
Dawson menyebut pisang dapat memicu kenaikan gula darah sedikit lebih cepat daripada stroberi, meski jumlah kalorinya sama. Karena itu, stroberi kerap dianggap lebih aman bila fokus utamanya menjaga gula darah tetap stabil.
Serat lebih efektif bekerja dengan beban gula yang lebih ringan
Chris Mohr, Ph.D., RD, menilai stroberi memiliki rasio serat terhadap total karbohidrat yang lebih baik karena kandungan karbohidratnya jauh lebih rendah daripada pisang. Kondisi ini membuat stroberi memberi serat yang tetap baik tanpa membawa beban gula yang besar.
Mohr juga menyoroti kandungan vitamin C dan antosianin pada stroberi yang bersifat antioksidan dan antiradang. Ia mengatakan beberapa penelitian menunjukkan stroberi yang dimakan bersama makanan tinggi karbohidrat dapat membantu menurunkan respons gula darah dan insulin.
Namun, manfaat tersebut dapat berbeda pada tiap orang dan hanya berlaku untuk stroberi segar. Ia mengingatkan agar waspada pada bentuk olahan seperti selai, sirup, stroberi kering yang diberi pemanis, atau makanan penutup berbahan stroberi karena bisa mengandung banyak gula tambahan.
Pisang tetap punya nilai penting sebagai sumber energi
Walau stroberi lebih unggul untuk pengendalian gula darah, pisang tetap memiliki manfaat yang kuat. Sharniquia White, MS, menjelaskan bahwa satu pisang ukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori, sedangkan satu cangkir stroberi sekitar 46 kalori.
White menekankan bahwa kalori bukan sesuatu yang perlu dihindari karena tubuh membutuhkannya sebagai sumber energi. Pisang juga memiliki lebih banyak karbohidrat, vitamin B6, dan kalium yang membantu produksi energi, fungsi saraf, serta kontraksi otot.
Sauceda menambahkan bahwa vitamin B6 membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi bagi sel. Ia juga menyebut pisang, terutama yang masih agak hijau, mengandung pati resisten yang berfungsi sebagai prebiotik untuk mendukung kesehatan usus.
Pilihan pada akhirnya bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Stroberi lebih masuk akal ketika fokusnya menjaga gula darah, sedangkan pisang lebih cocok saat tubuh memerlukan energi lebih besar, misalnya sebelum atau sesudah berolahraga.







