Total harta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tercatat mencapai Rp69.331.192.525, tetapi ia juga memiliki utang Rp60.470.000.000. Setelah kewajiban itu dikurangkan, kekayaan bersihnya berada di angka Rp8.861.192.525.
Di tengah sorotan atas kekayaannya, nama Sudaryono justru lebih ramai dibicarakan karena pernyataannya soal rupiah melemah. Ia menyebut kondisi itu bisa membuat “jutaan petani kita happy” karena ada petani komoditas ekspor yang menerima pembayaran dalam mata uang asing.
Pernyataan yang memicu perhatian
Ucapan Sudaryono muncul dalam acara KNPED di Jakarta. Ia menyoroti bahwa pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak buruk bagi semua pihak, terutama petani yang bergerak di komoditas ekspor.
Menurut Sudaryono, petani kopi, cengkeh, karet, hingga serabut kelapa termasuk kelompok yang dapat diuntungkan saat dolar AS menguat. Karena pendapatan mereka terkait pasar ekspor, nilai tukar yang melemah memberi efek berbeda dibanding sektor yang bergantung pada kebutuhan dalam negeri.
Latar belakang dari keluarga petani
Sudaryono bukan sosok yang lahir dari lingkungan elite. Ia berasal dari Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan tumbuh sebagai anak petani dari pasangan Yahyo dan Suwarni.
Ia merupakan anak semata wayang dan dibesarkan dengan disiplin tinggi sejak kecil. Latar itu membentuk dirinya menjadi siswa berprestasi yang disebut langganan masuk peringkat delapan besar di sekolah.
Jejak pendidikan yang menonjol
Perjalanan pendidikannya juga cukup panjang. Sudaryono menempuh SMA Taruna Nusantara melalui jalur beasiswa, lalu melanjutkan studi ke Jepang di National Defense Academy of Japan pada bidang Mechanical System Engineering.
Setelah itu, pendidikan formalnya berlanjut ke jenjang lebih tinggi. Ia meraih gelar Master of Business Administration di Swiss German University pada 2017 dan kemudian memperoleh gelar doktor di Institut Pertanian Bogor.
Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985. Latar keluarga petani dan pendidikan tingginya membuatnya dikenal sebagai figur yang memahami pertanian dari sisi akar rumput sekaligus dari sisi kebijakan dan manajemen.
Karier korporasi sebelum masuk pemerintahan
Sebelum aktif di politik bersama Partai Gerindra, Sudaryono lebih dulu membangun pengalaman di dunia korporasi. Ia pernah memegang sejumlah posisi penting di beberapa perusahaan strategis.
Riwayatnya mencatat ia menjadi Chairman PT Boga Halal Nusantara pada periode 2015-2024. Ia juga pernah menjabat Direktur PT Nusantara Telematics System pada 2019 dan CEO Garuda TV pada periode 2022-2024.
Posisi penting di sektor pangan dan pupuk
Setelah masuk pemerintahan sebagai Wakil Menteri Pertanian, tugas Sudaryono bertambah besar. Sejak 16 Juni 2025, ia juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh Menteri BUMN.
Selain itu, ia memang sudah tercatat sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero), posisi yang menempatkannya dekat dengan kebijakan pangan dan pupuk nasional. Peran ini membuat sorotan publik terhadap dirinya tidak hanya datang dari pernyataan soal rupiah, tetapi juga dari pengaruhnya di sektor pertanian.
Rincian aset yang dilaporkan
Sebagian besar harta Sudaryono berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai Rp50,2 miliar. Aset properti itu tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jabodetabek.
Di antaranya ada tanah dan bangunan seluas 2.000 meter persegi dan 200 meter persegi di Kota Semarang senilai Rp16 miliar. Ada juga tanah dan bangunan seluas 2.050 meter persegi dan 1.800 meter persegi di Klaten senilai Rp14 miliar, serta tanah dan bangunan seluas 237 meter persegi dan 200 meter persegi di Kota Semarang senilai Rp9 miliar.
Selain itu, Sudaryono memiliki tanah seluas 19.440 meter persegi di Jepara senilai Rp1,944 miliar. Pada kategori kendaraan, nilainya tercatat Rp750 juta dengan tiga mobil, yakni Toyota Fortuner tahun 2014 senilai Rp250 juta, Toyota Innova tahun 2018 senilai Rp150 juta, dan Toyota Fortuner tahun 2022 senilai Rp350 juta.
Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp2.325.000.000. Sementara itu, surat berharganya tercatat Rp7.558.000.000 dan kas serta setara kas mencapai Rp8.404.192.525, yang menunjukkan komposisi asetnya ditopang oleh properti, instrumen keuangan, dan likuiditas dalam jumlah besar.
Source: www.suara.com






