Suhu Simpan Daging Kurban Sering Diabaikan, Ini Batas Aman Sebelum Dimasak

Banyak keluarga sering fokus pada resep saat mengolah daging kurban, padahal keamanan pangan justru ditentukan lebih dulu oleh cara menyimpannya. Batas suhu yang tepat sering terlewat, sementara langkah ini sangat berpengaruh pada mutu daging sebelum masuk ke panci.

Jika daging belum langsung dimasak, pilihan tempat simpan tidak boleh asal. Daging bisa dibiarkan di suhu ruang hanya bila waktu tunggu memasaknya kurang dari dua jam.

Atur suhu sesuai rencana masak

Untuk penyimpanan singkat, daging perlu masuk lemari es dengan suhu 4°C bila baru akan diolah dalam 1 hingga 2 hari. Bila ingin disimpan lebih lama, daging harus segera dipindahkan ke freezer bersuhu -18°C agar kualitasnya tetap terjaga hingga 3 bulan.

Pengaturan suhu seperti ini membantu menekan risiko pertumbuhan mikroba. Selain itu, keluarga juga bisa menyesuaikan porsi masakan tanpa harus mengolah seluruh stok daging sekaligus.

Wadah bersih jauh lebih aman

Setelah dipotong, daging sebaiknya dibilas dengan air bersih yang mengalir. Daging cukup dicuci seperlunya dan tidak perlu direndam terlalu lama di dalam wadah berisi air.

Penyimpanan pun harus memakai wadah yang bersih dan tertutup rapat. Daging tidak disarankan dimasukkan ke kantong plastik hitam kresek karena plastik jenis itu disebut mengandung senyawa kimia berbahaya yang dapat berpindah ke daging.

Pemotongan juga menentukan mutu daging

Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI, Dr. dr. Bayu Wahyudi, menegaskan bahwa kebersihan hewan, alat, tempat penyembelihan, hingga penyimpanan dan pemasakan sama-sama menentukan mutu daging. Hewan kurban harus sehat, tidak cacat fisik, dan bebas dari penyakit menular.

Tempat penyembelihan juga perlu bersih serta memiliki saluran pembuangan limbah yang memadai. Kebersihan lokasi membantu mencegah pencemaran lingkungan sekitar dan menjaga daging tetap layak konsumsi.

Pisahkan alat agar kontaminasi silang tidak terjadi

Saat daging dipotong dan dicacah, alat yang digunakan harus tajam dan steril. Petugas juga perlu menjaga kebersihan tangan agar daging tidak tersentuh dalam kondisi kotor.

Dr. Bayu mengingatkan agar alat pemotong daging dipisahkan dari alat yang digunakan untuk isi perut atau darah. Pemisahan ini penting karena membantu mencegah perpindahan kuman dari bagian berisiko tinggi ke daging yang akan dimakan.

Masak sampai benar-benar matang

Tahap akhir tetap tidak boleh dilewatkan, karena daging kurban harus dimasak hingga matang sempurna. Suhu internal minimal 70°C diperlukan agar bakteri atau mikroba berbahaya mati.

Dalam pengolahan, Dr. Bayu juga mengingatkan agar daging tidak dibumbui dengan terlalu banyak minyak atau santan berlebihan. Cara ini membuat olahan daging kurban tetap enak disantap tanpa mengabaikan keamanan pangan.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer