Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan Timnas Indonesia sudah mengalami perubahan nyata menjelang Piala AFF. Ia menolak anggapan bahwa skuad Garuda masih pantas disebut jago kandang.
Menurut dia, proses pembenahan yang berjalan saat ini membuat tim tidak lagi sama seperti sebelumnya. Perubahan itu disebut terus dikebut sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF yang akan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Fokus pembenahan sudah masuk ke detail tim
Sumardji menjelaskan bahwa BTN dan tim kepelatihan di bawah John Herdman bekerja intens setiap hari. Ia bahkan menyebut keduanya kini berada dalam satu ruangan agar perencanaan timnas berjalan lebih mudah dan cepat.
Seluruh hal yang berkaitan dengan kegiatan pendukung timnas dibahas secara rutin. Dengan pola kerja seperti itu, persiapan menuju Piala AFF disebut terus bergerak secara terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Evaluasi besar untuk menghapus kelemahan lama
Sumardji juga mengungkapkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap performa Indonesia yang belum pernah menjuarai Piala AFF. Garuda tercatat enam kali menjadi runner-up, masing-masing pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
| Aspek evaluasi | Fokus utama | Keterangan dari BTN |
|---|---|---|
| Hasil Piala AFF | Belum juara | Enam kali finis sebagai runner-up |
| Karakter pemain | Mental | Menjadi bagian penting pembenahan tim |
| Persiapan tim | Mental, fisik, dan skill | Dipadukan untuk membangun kekuatan yang lebih solid |
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi itu adalah pembentukan karakter mental para pemain. Bagi Sumardji, aspek tersebut tidak bisa dipisahkan dari upaya memperkuat tim secara keseluruhan.
John Herdman mendorong tiga aspek sekaligus
Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia disebut menggabungkan mental, fisik, dan kemampuan teknik para pemain. Tiga unsur itu dipandang sebagai satu paket untuk membangun tim yang lebih solid.
Sumardji menilai hasil dari proses panjang tersebut akan terlihat saat Timnas Indonesia turun di Piala AFF. Karena itu, pembenahan yang dilakukan saat ini diposisikan sebagai fondasi penting untuk mengubah wajah tim ke depan.
