Phoenix Suns dan Orlando Magic sama-sama memastikan tempat di playoff NBA setelah melewati laga eliminasi play-in dengan kemenangan meyakinkan. Suns menundukkan Golden State Warriors 111-96 di Phoenix, sedangkan Magic mengatasi Charlotte Hornets 121-90 di Orlando.
Dua hasil itu menempatkan Suns dan Magic sebagai unggulan kedelapan di wilayah masing-masing. Suns kini bersiap menghadapi juara bertahan Oklahoma City Thunder pada putaran pertama playoff yang dijadwalkan dimulai pada Minggu.
Jalen Green jadi motor serangan Suns
Kemenangan Suns banyak ditopang penampilan Jalen Green yang tampil sangat efisien. Ia mencetak 36 poin dengan 14 tembakan masuk dari 20 percobaan, sekaligus menyamai rekor tertinggi dalam kariernya dengan delapan tembakan tiga angka.
Kontribusi Green membuat pertahanan Warriors kesulitan mengontrol area perimeter. Ia terus menemukan ritme tembakan dan memaksa lawan menyesuaikan skema penjagaan sepanjang pertandingan.
Pelatih Suns, Jordan Ott, menilai Green tampil efisien dan menjadi ancaman besar dalam laga dengan tensi tinggi. Ott juga menyoroti sisi atletik Green yang dianggap penting saat pertandingan memasuki fase fisik seperti play-in dan playoff.
Devin Booker turut memberi dorongan dengan menyumbang 20 poin dan delapan assist. Booker menilai Green mampu menjawab tantangan dengan baik setelah sempat kesulitan pada playoff musim lalu.
Green sendiri mengaku nyaman bermain bersama Booker dalam sistem serangan Suns. Kombinasi keduanya membuat lawan harus membagi fokus penjagaan, sehingga Phoenix bisa menjaga ritme permainan dan mempertahankan keunggulan hingga akhir.
Dillon Brooks bawa semangat tambahan
Selain Green dan Booker, Dillon Brooks juga memberi warna penting dalam kemenangan atas Warriors. Ia membawa motivasi pribadi dari kekalahan menyakitkan di Game 7 pada tahun 2025.
Brooks menyebut rencana pertandingan tim berjalan sesuai harapan dan mengapresiasi kesepakatan di ruang ganti. Menurutnya, perhatian pada detail lawan membantu Suns menuntaskan duel eliminasi dengan lebih rapi.
Kemenangan ini juga memperlihatkan bahwa Suns tidak bergantung pada satu pemain saja. Dukungan dari beberapa sosok membuat mereka punya fondasi yang lebih solid saat melangkah ke seri berikutnya.
Magic tampil agresif sejak awal
Di Orlando, Paolo Banchero menjadi pencetak angka terbanyak Magic dengan 25 poin saat timnya menyingkirkan Hornets dari jalur playoff. Magic langsung mengambil alih permainan dan sempat unggul hingga 35 poin pada kuarter kedua.
Pelatih Jamahl Mosley menilai para pemainnya tampil dengan rasa urgensi yang tepat untuk laga hidup-mati seperti play-in. Ia menekankan bahwa situasi semacam ini menuntut agresivitas sejak awal karena ruang untuk melakukan kesalahan sangat kecil.
Dominasi Magic membuat Hornets kesulitan mengejar ketertinggalan. Banchero membantu menjaga jarak skor tetap aman hingga Orlando menutup pertandingan dengan hasil yang sangat nyaman.
Hornets kembali menunda mimpi playoff
Bagi Charlotte, hasil tersebut membuat penantian ke playoff kembali berlanjut menjadi sepuluh musim berturut-turut. Pelatih Charles Lee mengaku kecewa, tetapi tetap melihat ada hal-hal positif yang bisa dibawa ke offseason.
Lee menilai timnya sebenarnya sudah berada sangat dekat dengan tiket playoff. Namun, kegagalan memaksimalkan laga penting kembali menjadi pukulan besar bagi Hornets yang harus mengakhiri musim tanpa hasil utama.
Dua kemenangan ini menegaskan bahwa ketenangan, eksekusi, dan efisiensi punya peran besar dalam laga bertekanan tinggi. Setelah lolos lewat duel eliminasi, Suns dan Magic kini menatap tantangan berikutnya dengan modal kemenangan besar dan performa yang terjaga.
