Toyota Supra akhirnya dikenal sebagai salah satu nama paling kuat di dunia mobil performa, tetapi perjalanan menuju status itu tidak berlangsung cepat. Mobil ini sempat hidup sebagai Celica yang diperpanjang, lalu perlahan melepaskan identitas lamanya sebelum benar-benar berdiri sebagai model tersendiri.
Lompatan paling besar justru muncul setelah nama Supra mendapat ruang untuk berkembang dengan karakternya sendiri. Dari mesin enam silinder yang awalnya masih menempel pada Celica, Supra kemudian bergerak ke arah sports car serius, sampai puncaknya hadir lewat generasi yang membuat namanya meledak di kalangan penggemar JDM.
Awal yang masih sangat dekat dengan Celica
Generasi pertama yang memakai nama Celica Supra, A40, debut pada 1979. Toyota memanjangkan bodi hatchback itu 8,1 inci agar mesin yang lebih besar bisa masuk, lalu memasang mesin 2,6 liter straight-six bertenaga 110 hp.
Setelah itu hadir A50 pada 1981 dengan mesin 2,8 liter. Tenaganya hanya naik tipis menjadi 116 hp, sementara torsinya tercatat 145 pound-feet.
Perubahan karakter mulai terasa
Langkah yang lebih meyakinkan datang lewat A60 pada 1982. Pada fase ini, Yamaha ikut mengembangkan mesin dan Lotus menangani sasis, sehingga Supra tampil lebih matang saat dipakai di jalan.
Mesin DOHC 2,8 liter straight-six milik A60 menghasilkan 145 hp, lalu naik mendekati 161 hp di akhir masa pakainya. Dari titik ini, Supra mulai terlihat makin jauh dari bayang-bayang Celica.
Saat nama Supra mulai berdiri sendiri
Perubahan identitas yang paling jelas muncul pada A70, yang diperkenalkan sebagai model 1986.5. Mobil ini memakai mesin 3,0 liter straight-six dengan tenaga 200 hp, sekaligus untuk pertama kalinya menghapus nama Celica dari identitasnya.
Toyota kemudian menambahkan versi turbocharged. Outputnya naik menjadi 230 hp dan 246 lb-ft, sementara pengujian Car and Driver mencatat varian turbo ini lebih cepat 1,6 detik ke 60 mph dibanding model standar yang membutuhkan 8,0 detik.
Mk4 yang membuat reputasi Supra melesat
Penerusnya, generasi keempat atau Mk4, datang pada 1993 dengan mesin 2JZ inline-six yang kini sangat terkenal. Versi twin-turbo GTE dinilai 320 hp dan dikenal luas karena kemampuannya menerima modifikasi ekstrem.
Mesin itu memakai blok besi tuang yang kuat dan forged crank, dengan ketahanan yang disebut mampu menahan lebih dari 1.000 hp. Karakter itu didukung sasis yang sangat matang, bahkan disebut memiliki tingkat kecanggihan yang saat itu belum bisa disaingi BMW E36 M3.
Popularitas Mk4 ikut terdorong oleh Fast and Furious, meski angka penjualannya tetap rendah. Toyota hanya menjual sedikit lebih dari 11.000 unit selama siklus lima tahun di Amerika Serikat.
Kembali setelah lama absen
Nama Supra sempat menghilang selama beberapa dekade sebelum kembali pada 2019 sebagai model 2020. Banyak aspek rekayasa dan pengembangannya ditangani BMW, lalu mobil ini hadir dengan mesin enam silinder 335 hp dan transmisi otomatis ZF delapan percepatan.
Pada model 2021 dan setelahnya, tenaganya naik menjadi 382 hp. Di periode yang sama, Toyota juga menambahkan pilihan transmisi manual enam percepatan, sementara mesin 2,0 liter turbo inline-four bertenaga 255 hp disediakan agar Supra lebih terjangkau.
Generasi kelima sempat menuai kritik karena berbagi basis dengan BMW Z4, tetapi mobil ini tetap diposisikan sebagai sports car yang berdiri sendiri. Kini, nama Supra kembali berada di pusat perhatian, termasuk karena generasi itu disebut memasuki tahun model final 2026, sementara rumor soal Supra generasi keenam terus beredar luas di internet.
