Para peraih emas dari Kejuaraan Muaythai Jawa Timur Seri II yang memperebutkan Piala Walikota Surabaya kini langsung masuk radar Kejurnas di Subang. Hasil di ajang yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 itu tidak hanya menempatkan Surabaya sebagai juara umum, tetapi juga menjadi pintu penting untuk menilai kesiapan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Keberhasilan Surabaya keluar sebagai juara umum memperlihatkan bahwa pembinaan muaythai di Kota Pahlawan terus berkembang ke arah yang positif. Para petarung tuan rumah tampil kompetitif dan mampu menunjukkan kualitas yang dinilai membanggakan di atas ring.
Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Surabaya, Indriatno Heryawan, memberi apresiasi terhadap kelancaran penyelenggaraan serta dukungan banyak pihak yang terlibat. Ia menilai kualitas pertandingan pada seri ini meningkat dan hasilnya memberi gambaran yang baik atas perkembangan atlet daerah.
“Kejuaraan ini berlangsung sukses dan kompetitif. Atlet-atlet Surabaya menunjukkan performa yang membanggakan,” ujar Indri. Pernyataan itu menegaskan bahwa capaian di kandang sendiri bukan sekadar angka medali, melainkan juga tanda bahwa proses pembinaan berjalan ke arah yang tepat.
Ajang ini juga berfungsi sebagai ruang ukur kemampuan bagi para atlet. Dalam suasana pertandingan yang ketat, mereka mendapat kesempatan sparing yang penting untuk melihat kekurangan dan memperbaiki aspek teknis sebelum tampil di kompetisi yang lebih besar.
Seleksi yang berdampak langsung ke level nasional
Liga Muaythai Jatim Seri II dipandang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan atlet. Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat intensitas pertandingan meningkat dan memberi pengalaman bertanding yang lebih beragam bagi atlet Surabaya.
Indri menyebut situasi seperti ini sangat membantu persiapan menuju Porprov 2027. Dengan berhadapan melawan lawan dari luar daerah, atlet bisa mengukur level permainan yang harus dicapai agar tetap kompetitif di ajang berikutnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung atlet berprestasi. Dukungan itu disiapkan melalui pembinaan berkelanjutan dan beasiswa agar atlet bisa berkembang lebih jauh dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Emas Surabaya dibawa ke Kejurnas Subang
Ketua Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, ikut memberikan apresiasi atas dukungan Pemkot Surabaya dalam penyelenggaraan Seri II ini. Menurut dia, event tersebut bukan hanya penting untuk pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari seleksi menuju ajang yang lebih besar.
Baso menegaskan bahwa para peraih emas dari seri ini akan dibawa ke Kejurnas di Subang pada bulan Agustus. “Event ini jadi bagian seleksi untuk berangkat ke Kejurnas di Subang pada bulan Agustus. Jadi emas yang ada di seri II ini akan kita bawa ke Kejurnas,” kata Baso.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa hasil di Surabaya punya dampak langsung terhadap komposisi atlet Jawa Timur di level nasional. Setiap medali emas menjadi modal penting dalam menentukan kekuatan tim yang akan tampil di Kejurnas.
Baso juga menilai ada banyak atlet potensial baru yang lahir dari proses pembinaan di klub dan daerah. Kondisi itu menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk menjaga daya saing di tingkat nasional.
Perkembangan muaythai di Surabaya dan Jawa Timur disebut tidak terlepas dari kerja bersama pemerintah, organisasi olahraga, dan klub pembinaan. Konsistensi latihan serta kompetisi menjadi faktor utama agar atlet terus tumbuh dan tidak berhenti pada capaian lokal.
Liga Muaythai Jatim Seri II kembali menunjukkan bahwa jalur pembinaan itu berjalan ke arah yang positif. Para atlet tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga menguji kesiapan sebelum naik ke level yang lebih menantang di Kejurnas dan Porprov.
Source: www.ngopibareng.id






