Microsoft mengambil langkah yang jarang dilakukan untuk laptop premiumnya: menggandeng Nvidia sebagai otak utama perangkat Surface berikutnya. Jika biasanya persaingan di kelas ini dipenuhi chip dari AMD, Intel, atau Qualcomm, kali ini Microsoft justru membuka jalan baru lewat Surface Laptop Ultra yang diarahkan kuat ke pengguna kreatif.
Yang membuat perangkat ini langsung menarik bukan hanya karena nama Nvidia ada di dalamnya, tetapi juga karena posisi produk ini jelas ditujukan untuk pekerjaan foto, video, dan alur kerja berbasis AI. Kombinasi layar mini-LED 15 inci, puncak kecerahan HDR hingga 2000 nits, serta slot SD card menunjukkan bahwa Microsoft ingin laptop ini terasa relevan bagi kreator profesional.
Arah baru Microsoft di kelas premium
Surface Laptop Ultra tetap membawa bahasa desain Surface yang mudah dikenali. Bodinya memakai bentuk logam persegi, dipadukan dengan trackpad besar dan layar berasio 3:2 yang memberi ruang vertikal lebih lega saat bekerja.
Di sisi konektivitas, perangkat ini juga tidak tampil pelit. Microsoft menyiapkan beberapa USB-C, satu USB-A, HDMI, jack headphone, dan slot SD card, meski rincian kecepatan tiap port belum dijelaskan.
Langkah paling penting justru ada di bagian prosesor. Microsoft memilih RTX Spark system on a chip dari Nvidia, sebuah keputusan yang berbeda dari pendekatan umum pada laptop Windows premium selama ini.
Chip Nvidia yang tidak biasa untuk laptop konsumen
Pilihan ini terasa menonjol karena Nvidia lebih dikenal sebagai pemain besar di kartu grafis. Perusahaan itu memang pernah bereksperimen dengan CPU, tetapi sudah lama tidak menghadirkan chip yang ditujukan untuk PC konsumen seperti ini.
Menurut Nvidia, bagian CPU pada Spark dibuat bersama MediaTek dan memiliki 20 core. Arsitekturnya berbasis ARM, sehingga jalurnya mengingatkan pada chip kustom yang dipakai Apple di lini Mac.
Sisi GPU pada chip ini terasa lebih dekat dengan reputasi Nvidia. Namun, CPU dan GPU-nya berbagi satu pool memori yang sama, dan pada Surface Laptop Ultra kapasitasnya bisa mencapai 128GB.
Disiapkan untuk kreator dan beban kerja AI
Kapasitas memori sebesar itu tidak hanya penting untuk file besar. Microsoft dan Nvidia sama-sama menyoroti penggunaannya untuk pekerjaan foto dan video berukuran besar, sekaligus untuk menjalankan model AI lokal.
Microsoft juga menekankan bahwa Surface Laptop Ultra dibuat untuk komputasi AI langsung di perangkat. Tugas seperti noise reduction, intelligent masking, video upscaling, dan AI-assisted code completion disebut bisa berjalan tanpa terlalu bergantung pada cloud.
Dari sisi perangkat lunak kreatif, Adobe ikut masuk ke dalam ekosistem ini. Perusahaan itu akan “rearchitect” Photoshop dan Premiere agar lebih optimal di chip tersebut, terutama untuk pekerjaan yang dipercepat GPU seperti color correction, compositing, live filters, dan tugas HDR.
Serius mengejar segmen yang selama ini dikuasai pesaing
Keputusan memakai chip ARM dari Nvidia juga membuat posisi Surface Laptop Ultra makin menarik di tengah perubahan pasar laptop Windows. Snapdragon X Elite sudah mulai mendekati kelas dasar Apple M, tetapi untuk kelas Pro atau Max, pesaing yang benar-benar kuat masih belum banyak.
Di sisi lain, tantangan utama tetap datang dari desain x86 tradisional milik AMD dan Intel. Karena itu, kehadiran chip Nvidia di laptop Surface membuka jalur baru yang bisa memperlebar persaingan di segmen premium berbasis ARM.
Microsoft juga menambahkan beberapa detail yang membedakan perangkat ini dari MacBook Pro. Laptop ini diklaim berbobot di bawah 2kg, memakai sistem pendingin baru, dan menggunakan SSD yang bisa diganti.
Bukan hanya untuk Microsoft
Dukungan terhadap chip Spark tidak berhenti di Surface Laptop Ultra. Nvidia menyebut chip ini juga akan dipakai oleh sejumlah produsen lain, termasuk Asus, Dell, HP, Lenovo, MSI, Acer, dan Gigabyte.
Perangkat berbasis Spark dijadwalkan hadir pada musim gugur, sementara Microsoft menyebut Surface Laptop Ultra akan tersedia “later this year”. Harga dan spesifikasi dasar perangkat ini belum diumumkan, meski kapasitas memorinya sudah disebut dapat mencapai 128GB.
Sejauh ini, Surface Laptop Ultra tampak dibangun untuk menunjukkan bahwa Microsoft ingin bersaing lebih serius di laptop premium. Pertanyaan terbesarnya masih sama: apakah kombinasi ARM, Nvidia, dan dukungan software kreatif itu cukup kuat saat dipakai untuk pekerjaan harian yang berat.







