Surface Laptop Ultra mencoba mengambil jalur yang berbeda untuk menantang MacBook Pro dengan M5 Pro. Bukan pada performa CPU mentah, melainkan lewat kombinasi GPU NVIDIA Blackwell RTX, dukungan CUDA, layar yang lebih besar, dan klaim kesiapan yang lebih kuat untuk kerja sekaligus gaming.
Langkah Microsoft ini langsung membuat persaingan laptop premium berbasis ARM terasa lebih seru. Di satu sisi ada MacBook Pro yang sudah mapan di kelas workstation, sementara di sisi lain hadir Surface Laptop Ultra yang membawa pendekatan ARM dengan karakter yang jauh lebih agresif.
Keunggulan yang paling mencolok datang dari grafis
Surface Laptop Ultra dibekali GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan 6144 CUDA cores. Kehadiran CUDA menjadi pembeda besar karena program berbasis CUDA tidak berjalan di MacBook Pro.
Bagi pengguna profesional yang bergantung pada ekosistem komputasi GPU NVIDIA, poin ini bisa jauh lebih penting daripada selisih angka benchmark CPU. Di saat yang sama, fondasi grafis tersebut juga membuat Surface tampak lebih siap untuk kebutuhan gaming modern.
NVIDIA bahkan memperlihatkan RTX Spark menjalankan Forza Horizon 6 pada 1440p 100 fps dengan ray tracing dan DLSS aktif. Demonstrasi itu memberi sinyal bahwa Surface Laptop Ultra tidak hanya mengejar pekerjaan berat, tetapi juga ingin masuk ke ranah hiburan yang biasanya bukan kekuatan utama laptop premium Apple.
Performa CPU tetap berpihak ke MacBook Pro
Meski begitu, urusan prosesor utama masih belum bergeser. Surface Laptop Ultra memakai NVIDIA RTX Spark 20-core ARM CPU, sedangkan MacBook Pro yang dibandingkan membawa Apple M5 Pro 18-core CPU.
Hasil benchmark yang tersedia tetap menempatkan MacBook Pro di depan. Pada Geekbench 6 single-core, RTX Spark mencatat 3123, sementara M5 Pro meraih 4295.
Selisih itu makin terlihat di pengujian multi-core. RTX Spark memperoleh 19708, sedangkan M5 Pro mencatat 29256.
Pengujian Clang code compilation juga menunjukkan pola yang sama. RTX Spark berada di 43149, sedangkan M5 Pro mencapai 55165.
Dari angka tersebut, Apple M5 Pro unggul 37,5 persen pada single-core dan 48,4 persen pada multi-core di Geekbench 6. Pada Clang code compilation, M5 Pro juga tercatat 27,8 persen lebih tinggi.
Layar Surface lebih besar dan lebih terang di atas kertas
Selain grafis, Surface Laptop Ultra juga mencoba menarik perhatian lewat panelnya. Perangkat ini membawa layar 15 inci PixelSense Ultra mini-LED touchscreen dengan resolusi 2880×1920, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 2000 nits.
MacBook Pro yang menjadi lawannya memakai panel 14,2 inci Liquid Retina XDR mini-LED. Layarnya memiliki resolusi 3024×1964, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 1600 nits.
Secara ukuran, layar Surface lebih lega. Dari sisi kecerahan puncak HDR, perangkat Microsoft juga terlihat unggul di atas kertas.
Memori dan penyimpanan memberi fleksibilitas berbeda
Surface Laptop Ultra mendukung memori hingga 128GB LPDDR5X. Pada MacBook Pro, konfigurasi yang dibahas menyediakan 64GB LPDDR5 unified memory.
Untuk penyimpanan, Surface hadir dengan 1TB PCIe Gen 4 SSD yang bisa di-upgrade dan diganti. MacBook Pro mendukung hingga 8TB PCIe Gen 4 unified SSD, tetapi penyimpanannya bersifat soldered.
Keduanya sama-sama mengusung bodi aluminium hasil pemrosesan CNC. Surface memakai anodized aluminum chassis, sedangkan MacBook Pro menggunakan aluminium unibody enclosure.
Keduanya juga digambarkan memiliki daya tahan tinggi dan minim chassis flex. Namun, soal portabilitas belum bisa dipastikan sepenuhnya karena ukuran dan bobot Surface Laptop Ultra belum diumumkan.
Harga masih jadi titik yang paling ditunggu
Satu hal penting dari Surface Laptop Ultra belum dibuka oleh Microsoft, yaitu harga resminya. Tanpa angka banderol, posisi nilai jual perangkat ini masih sulit dinilai secara penuh.
Sebaliknya, MacBook Pro dengan M5 Pro sudah hadir dengan harga mulai 2,199 dolar AS. Selama harga Surface belum diumumkan, perbandingan value for money masih belum bisa ditutup dengan jelas.
Untuk saat ini, arah persaingannya sudah terlihat. MacBook Pro dengan M5 Pro masih unggul dalam performa CPU mentah, sementara Surface Laptop Ultra membawa senjata lain berupa layar yang lebih besar dan lebih terang, dukungan CUDA, serta potensi gaming yang jauh lebih kuat.
Source: tech.sportskeeda.com