Surface Makin Aman Dan Mahal, Penggemar Lama Mulai Kehilangan Alasan Bertahan

Author: Redaksi Android62

Keluhan terhadap Surface kini bukan lagi soal satu model tertentu, melainkan soal arah keseluruhan brand yang dinilai makin aman, mahal, dan tidak lagi punya daya kejut. Bagi banyak penggemar lama, perangkat yang dulu dianggap berani kini terasa seperti lini produk yang hanya bergerak pelan tanpa identitas yang kuat.

Penilaian itu makin keras karena Surface tidak lagi dipandang sebagai penentu arah pasar PC Windows. Alih-alih menghadirkan bentuk baru atau desain yang eksperimental, Microsoft dinilai lebih sering memberi pembaruan bertahap yang membuat Surface terasa biasa saja.

Harga yang sulit dibenarkan

Kekecewaan tersebut bertemu dengan kenyataan lain yang sama beratnya, yaitu harga yang ikut naik. Microsoft menaikkan harga semua Surface PC secara signifikan pada April, dan dampaknya langsung terasa pada kelas produk yang paling mudah dibandingkan oleh pembeli.

Surface kelas menengah kini dimulai dari $1.000. Di sisi lain, flagship paling terjangkau setidaknya dibanderol $1.500, sehingga banyak calon pembeli melihat jarak harga itu sebagai beban tambahan.

Microsoft menyebut kenaikan tersebut dipicu biaya memori dan komponen lain yang ikut naik. Namun, waktu kenaikannya dinilai kurang tepat karena pasar laptop sedang sangat ketat dalam persaingan harga.

Pada saat yang sama, Apple merilis MacBook Neo mulai dari $599. Surface Laptop 13-inch sendiri старт pada $1.149, membuat posisinya terlihat jauh kurang menarik di mata sebagian pembeli.

Cale Hunt menilai Surface Laptop 13-inch nyaris mustahil direkomendasikan jika dibandingkan dengan MacBook Neo. Di komunitas pengguna, keluhan serupa juga muncul dari mereka yang merasa Surface sudah terasa mahal bahkan sebelum kenaikan harga terbaru.

Surface yang makin menyempit

Masalah harga itu makin terasa karena portofolio Surface kini jauh lebih ramping. Lini ini pada dasarnya mengerucut ke dua bentuk utama, yaitu laptop clamshell dan perangkat 2-in-1.

Sejumlah model yang dulu ikut membentuk citra berbeda Surface juga sudah tidak ada lagi. Surface Hub, Surface Pro X, dan Surface Duo sudah hilang dari jajaran, sementara Surface Neo bahkan tidak pernah dirilis.

Perubahan itu membuat banyak pengguna menilai identitas Surface makin memudar. Di komunitas Windows Central dan Surface, respons terhadap arah baru ini disebut hampir sepenuhnya negatif, dengan komentar yang menyebut brand tersebut “boring”, “old and forgotten”, hingga “stagnant”.

Ada juga yang menilai Microsoft sudah tidak serius lagi berinovasi di lini ini. Bagi mereka, Surface bukan lagi produk yang terasa istimewa, melainkan perangkat yang hanya ikut arus pasar.

Arah baru Microsoft yang lebih hati-hati

Langkah perampingan tersebut sejalan dengan perubahan besar setelah kepergian Panos Panay dan penataan ulang portofolio Surface oleh Microsoft. Zac Bowden menjelaskan bahwa hardware Surface terbaru tidak lagi ingin tampak eksperimental atau unik.

Arah barunya justru mengikuti pasar, menjangkau audiens seluas mungkin, dan menghindari langkah yang terlalu mengguncang. Pendekatan seperti itu memang punya logika bisnis karena perubahan besar bisa menakuti pembeli dan membuat kategori produk tetap kecil.

Microsoft juga menghadirkan inovasi seperti Windows on ARM dengan sangat hati-hati. Namun, bagi banyak fans, langkah aman itu sudah terlalu jauh dan membuat Surface kehilangan karakter yang dulu membuatnya menonjol.

Kekecewaan datang dari pengguna lama

Yang paling keras bersuara justru para pengguna lama yang dulu menjadi pendukung setia Surface. Salah satu komentar di Reddit menyebut Surface kini “stagnant” dan “dying”, lalu menilai Microsoft tidak pernah benar-benar berinovasi lagi untuk brand ini.

Komentar lain menyebut Surface dulu menjadi simbol kebanggaan, tetapi sekarang terasa seperti brand yang perlahan ditinggalkan. Ada pula pengguna yang mengaku keluarganya sudah memakai Surface sejak generasi awal, tetapi tidak akan menggantinya dengan Surface berikutnya.

Di kelas laptop clamshell, Surface juga tidak lagi otomatis unggul. ASUS Zenbook A16 disebut membawa sasis tipis dan modern, Snapdragon X2 Elite Extreme, serta bahasa desain yang lebih khas, sehingga terasa lebih dekat dengan semangat awal Surface.

Dengan kondisi seperti ini, Microsoft menghadapi persoalan yang lebih besar dari sekadar desain atau harga. Jika Surface terus dipersepsikan sebagai merek yang aman, iteratif, dan mahal, banyak penggemar lama tampaknya sudah kehilangan alasan untuk bertahan.

Berita Terbaru