Suspensi Aktif Mobil China Kian Gila, SUV Premium Bisa Jalan Meski Satu Roda Menggantung

Author: Redaksi Android62

Di tengah persaingan SUV premium dan off-road, pabrikan mobil China kini membawa suspensi aktif ke level yang jauh lebih serius. Sejumlah model bahkan tetap bisa bergerak meski satu roda terangkat dari tanah, kemampuan yang dulu lebih sering diasosiasikan dengan kendaraan khusus medan ekstrem.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa suspensi aktif tidak lagi diperlakukan sekadar untuk menambah kenyamanan. Bagi BYD, Aito yang didukung Huawei, dan Li Auto, teknologi ini sudah menjadi alat penting untuk menjaga traksi, membantu mobil melewati rintangan, dan memberi solusi saat menghadapi kondisi darurat.

BYD dorong mode tiga roda

BYD menjadi salah satu yang paling mencolok lewat Denza B8 Flash Charge Edition atau Fang Cheng Bao Bao 8. SUV ini tampil dalam sesi uji off-road BYD dengan sistem suspensi Yunnian-P Ultra, lalu memperlihatkan kemampuan mengangkat satu roda sepenuhnya dari tanah sambil tetap melaju dengan tiga roda lain.

Perusahaan menjelaskan bahwa sistem tersebut punya tiga fungsi utama, yaitu pemulihan kendaraan saat roda terangkat, penggantian ban tanpa dongkrak konvensional, dan mode penggerak tiga roda. Pada mode penggantian ban, suspensi bisa mengangkat satu roda otomatis hingga ban menggantung di udara.

BYD mengklaim proses itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu menit. Dalam demonstrasi media, penggantian ban tercatat rampung dalam 1 menit 56 detik.

Sistem suspensi itu juga diklaim mampu menopang gaya angkat hingga 9 ton. BYD turut memperlihatkan skenario saat kendaraan terjebak di pasir dalam, lalu menyesuaikan tinggi suspensi untuk mengembalikan traksi dan keluar dari jebakan.

Dirancang untuk darurat, bukan kecepatan tinggi

Carnewschina melaporkan bahwa mode penggerak tiga roda pada SUV tersebut dibatasi hingga kecepatan 15 km/jam. Batas itu menegaskan bahwa fitur tersebut memang ditujukan untuk kondisi darurat atau saat mobil harus melewati medan ekstrem.

Dalam demonstrasi lain, Denza B8 juga terlihat melintasi struktur seperti jembatan yang tidak rata. Pada situasi itu, roda tertentu diangkat agar sasis tidak menyentuh permukaan, sehingga bodi tetap aman saat melewati kontur sulit.

Huawei dan Aito ikut menunjukkan kemampuan serupa

Aito, yang didukung Huawei, juga memamerkan teknologi sejenis pada Aito M9 terbaru. Berdasarkan laporan IThome, sejumlah video dari blogger otomotif China memperlihatkan SUV itu mengangkat salah satu roda depan sambil tetap stabil melaju dengan tiga roda lainnya.

Huawei menyebut fitur tersebut ditopang sasis pintar aktif penuh yang dapat menyesuaikan suspensi secara proaktif sesuai kondisi jalan. Aito M9 terbaru saat ini sudah dibuka untuk pemesanan awal dengan harga mulai 499.800 yuan.

Eksekutif Huawei, Yu Chengdong, sebelumnya menyebut generasi terbaru M9 membawa lebih dari 140 peningkatan teknologi. Itu menunjukkan bahwa suspensi aktif hanya menjadi salah satu bagian dari pembaruan besar pada model tersebut.

Li Auto pakai sistem hidrolik aktif 800V

Li Auto juga masuk ke arena yang sama lewat Li Auto L9 Livis terbaru. Model ini memakai suspensi hidrolik aktif penuh 800V yang mendukung pengangkatan satu roda, penggantian ban, dan pemulihan kendaraan di medan off-road.

Li Auto mengklaim sistem itu bisa merespons dalam hitungan milidetik. Teknologi tersebut juga diklaim mampu mengontrol keempat roda secara independen tanpa membutuhkan batang anti-roll konvensional.

Meski begitu, kemampuan teknis tinggi tidak selalu otomatis menghasilkan penjualan besar. Data China EV DataTracker menunjukkan penjualan domestik Li Auto L9 pada April 2026 hanya 452 unit, turun 88,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan merosot 70,8 persen dibanding Maret 2026.

Secara kumulatif, penjualan Januari hingga April 2026 tercatat 4.131 unit. Data itu memberi gambaran bahwa persaingan di segmen premium sangat ketat, dan konsumen tetap menjadi penentu apakah fitur canggih cukup kuat untuk mendorong pasar.

Arah teknologi makin beragam

Di antara para pemain China, pendekatan teknologinya mulai terlihat berbeda. Li Auto dan Aito mengandalkan sistem suspensi hidrolik aktif penuh, sementara BYD melalui Yangwang U7 memakai teknologi elektromagnetik Yunnian-Z yang mengontrol pergerakan suspensi tanpa menggunakan oli hidrolik.

Perbedaan pendekatan itu menegaskan bahwa suspensi aktif kini sudah menjadi arena inovasi baru di SUV premium dan off-road. Bagi produsen mobil China, fitur ini bukan lagi pelengkap, melainkan bagian dari upaya membangun citra sebagai pemain dengan teknologi paling maju di pasar yang semakin kompetitif.

Source: voi.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru