PT DBM Korea bersama LAPENKOP Wilayah Jawa Timur menyiapkan rapat koordinasi aksi dan pelatihan sistem monitoring yang akan menjadi titik tekan penguatan tata kelola koperasi daerah. Agenda ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program serta sistem pelaporan perkoperasian di seluruh Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, di Dekopinda Kota Malang. Acara akan dimulai pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB dengan rangkaian rapat koordinasi dan pelatihan.
Salah satu peserta yang diundang adalah Sustono, Ketua Dekopinda Sumenep. Kehadiran pimpinan koperasi daerah ini menunjukkan bahwa agenda tersebut menyasar penguatan jejaring kerja di tingkat kabupaten dan kota.
Undangan resmi untuk seluruh daerah
Undangan resmi bernomor 03/074/LAPENKOPWIL-JATIM/VI/2026 tertanggal 8 Juni 2026 ditujukan kepada seluruh Kepala LAPENKOPDA Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Nama Sustono tercantum di dalam daftar undangan sebagai Ketua Dekopinda Sumenep.
Agenda ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Dekopinwil Jawa Timur dengan KOTRA melalui PT DBM Korea. Fokus utamanya adalah memperkuat kolaborasi pelaksanaan program dan monitoring perkoperasian di daerah.
Rangkaian rapat dan pelatihan
Rundown kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan acara. Setelah itu, LAPENKOP Wilayah Jawa Timur akan menyampaikan pengantar sekaligus latar belakang kegiatan.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur dijadwalkan memberi arahan terkait program kerja sama KOTRA dan PT DBM Korea. Berikutnya, narasumber akan memaparkan program dan aksi yang akan dilaksanakan di Jawa Timur.
Peserta kemudian masuk ke sesi pelatihan sistem monitoring dan pelaporan program koperasi. Kegiatan akan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut.
Dorongan memperkuat sinergi koperasi daerah
Kepala Wilayah LAPENKOP Jawa Timur, Moh. Faishol Chusni, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan sinergi antarlembaga koperasi daerah. Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan monitoring program perkoperasian di Jawa Timur.
Dengan keterlibatan para pimpinan koperasi daerah, agenda ini diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program yang lebih terarah dan terpantau. Lapisan koordinasi yang lebih rapi dinilai menjadi modal penting bagi penguatan program koperasi di daerah.
