Chery menyiapkan Tiggo X sebagai SUV besar yang langsung menargetkan kelas premium dengan bekal paling menonjol: konfigurasi tujuh kursi, teknologi hybrid plug-in, dan klaim jarak tempuh gabungan hingga 1.500 km. Di atas kertas, kombinasi itu membuat model ini terasa jauh lebih serius daripada sekadar SUV keluarga biasa.
Daya tarik Tiggo X juga datang dari kemampuan listrik murninya. Dalam kondisi tertentu, SUV ini disebut bisa melaju sampai 200 km hanya dengan tenaga listrik, sehingga kebutuhan harian berpotensi tertutup tanpa bergantung penuh pada mesin bensin.
SUV besar dengan kabin lega
Tiggo X dibangun dengan jarak sumbu roda 2.950 mm dan memakai konfigurasi tujuh tempat duduk. Dimensinya juga besar, dengan panjang 5.050 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.800 mm, sehingga karakter utamanya memang ditujukan untuk ruang kabin yang lapang.
Bentuk bodinya dibuat tegas lewat siluet yang mengotak dan spatbor lebar. Chery juga menyebut struktur bodi Tiggo X diperkuat oleh 85 persen baja berkekuatan tinggi, sementara penggunaan gagang pintu mekanis konvensional memberi kesan bahwa model ini tetap disiapkan dengan pendekatan yang realistis untuk produksi.
Perangkat bantuan berkendara yang lebih maju
Chery membekali Tiggo X dengan sistem ADAS yang diklaim lebih maju dari Falcon Pilot 700. Sistem ini terhubung dengan sensor LiDAR dan mendukung kemampuan mengemudi otonom level 2 sebagai standar.
Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa Tiggo X tidak hanya mengejar ukuran besar. Chery juga memberi perhatian pada aspek keselamatan dan bantuan berkendara modern, dua hal yang penting di segmen SUV besar.
Siap menghadapi medan berat
Untuk mendukung karakter SUV besar, Tiggo X memakai suspensi adaptif MRC electromagnetic. Mobil ini juga dibekali sistem penggerak empat roda Snow Leopard yang diklaim mampu membantu saat melintasi pasir, lumpur, maupun salju.
Paket itu membuat Tiggo X terasa diarahkan bukan hanya untuk penggunaan jalan raya, tetapi juga untuk kondisi permukaan yang lebih menantang. Dengan kombinasi dimensi besar dan perangkat pendukung tersebut, Chery mencoba menampilkan SUV yang tetap percaya diri saat diajak keluar dari jalur aspal.
Tenaga hybrid dengan torsi besar
Di sektor dapur pacu, Tiggo X hadir dengan pilihan mesin bensin 1.5T dan 2.0T yang dipadukan dengan motor listrik. Seluruh kombinasi itu bekerja bersama transmisi otomatis delapan percepatan.
Output yang dihasilkan mencapai 476 hp dan torsi 630 Nm. Angka tersebut menempatkan Tiggo X sebagai SUV besar hybrid yang tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga performa.
Jarak tempuh jauh jadi nilai jual utama
Sebagai model plug-in hybrid, Tiggo X diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.500 km saat tangki bensin dan baterai sama-sama terisi penuh. Klaim ini menjadi salah satu sorotan terbesar karena memberi gambaran bahwa SUV tujuh kursi tersebut dirancang untuk perjalanan jauh tanpa sering mengisi ulang daya.
Kemampuan itu penting untuk pengguna yang membutuhkan mobil keluarga berukuran besar sekaligus kendaraan antarkota. Dengan jangkauan listrik murni 200 km dan jarak tempuh komprehensif yang sangat panjang, Tiggo X masuk ke kelompok SUV yang mencoba menyatukan efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas penggunaan.
Arah persaingan yang dibidik Chery
Chery belum mengumumkan harga Tiggo X, tetapi arah pasar yang disasar sudah cukup jelas. Model ini diperkirakan akan berhadapan dengan SUV asal Tiongkok seperti GWM Tank 700 dan BYD Great Tang.
Lebih jauh lagi, Tiggo X juga disebut bisa menjadi penantang untuk nama besar seperti Cadillac Escalade dan Toyota Land Cruiser 300. Dengan bekal tujuh kursi, teknologi ADAS berbasis LiDAR, penggerak empat roda, dan performa hybrid yang kuat, Chery tampak ingin membawa Tiggo X ke wilayah persaingan SUV flagship yang selama ini diisi model-model besar dan mapan.
