Honor memilih menaruh fokus pada tablet saat pasar perangkat elektronik sedang tertekan oleh naiknya biaya komponen dan melemahnya daya beli. Di saat harga RAM dan storage ikut naik, perusahaan melihat ruang yang lebih besar pada perangkat yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi belanja konsumen saat ini.
Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor di Indonesia, menjelaskan bahwa pembeli sekarang jauh lebih memperhatikan nilai tambah yang mereka terima ketika membeli perangkat. Karena itu, strategi penjualan tidak lagi cukup mengandalkan spesifikasi, tetapi juga harus memberi alasan tambahan agar konsumen mau segera bertransaksi.
Promo terbatas jadi pemancing keputusan
Honor mencoba membaca perubahan perilaku itu lewat berbagai penawaran khusus. Salah satu langkah yang disiapkan adalah promo seperti Mayday Pay, yang dirancang untuk mendorong pembelian dalam waktu terbatas.
Model promosi semacam ini dinilai relevan ketika banyak orang menunda belanja karena kondisi ekonomi belum pulih. Bagi produsen perangkat elektronik, bonus pembelian dan penawaran khusus kerap menjadi pemicu terakhir sebelum konsumen memutuskan membeli.
Konsumen makin menghitung hadiah dan bonus
Di tengah pasar yang sensitif terhadap harga, Honor melihat calon pembeli tidak lagi hanya membandingkan perangkat dari sisi teknis. Mereka juga menghitung apa saja yang didapat di luar produk utama, termasuk hadiah pembelian dan insentif lain yang menyertai transaksi.
Pergeseran ini membuat insentif tambahan punya bobot yang besar dalam penjualan. Dalam situasi seperti sekarang, nilai ekstra yang melekat pada pembelian bisa lebih menentukan daripada sekadar menonjolkan daftar spesifikasi.
Toko fisik masih berpengaruh
Selain promo, lokasi penjualan juga menjadi perhatian Honor. Perusahaan menilai toko yang berada di pusat perbelanjaan lebih terdampak karena trafik ke mal ikut menurun, sedangkan toko di pinggir jalan masih lebih kuat menopang penjualan.
Honor banyak mengandalkan jaringan Erafone yang berada di tepi jalan karena kanal tersebut masih memberi dorongan penjualan yang besar. Aryo juga menyebut orang kini lebih jarang datang ke mal khusus untuk membeli perangkat, sehingga akses yang mudah menjadi faktor penting.
Tablet makin diminati saat laptop tertekan
Di sisi produk, Honor melihat peluang yang makin besar pada tablet. Perusahaan lebih banyak merilis tablet dibanding perangkat lain, dan penjualannya disebut terus naik dalam beberapa tahun terakhir.
Honor membaca bahwa kenaikan harga storage ikut menekan industri laptop. Dengan anggaran sekitar Rp 5 jutaan, konsumen disebut belum tentu bisa mendapatkan laptop dengan spesifikasi yang memadai, sehingga tablet terasa lebih masuk akal bagi sebagian pembeli.
Lini laptop Honor tetap tersedia, tetapi porsinya tidak sebesar tablet. Dalam kondisi harga RAM yang ikut terkerek, penjualan tablet Honor disebut naik sekitar 30-40%.
Harga dijaga agar tetap bersaing
Di tengah tekanan biaya, Honor juga berusaha menjaga harga perangkat agar tetap stabil. Langkah ini penting karena pasar sedang sangat sensitif terhadap kenaikan harga, terutama untuk produk elektronik.
Kombinasi antara harga yang dijaga, promo terbatas, hadiah pembelian, dan pemilihan kanal penjualan menjadi cara Honor mempertahankan penjualan saat ekonomi belum pulih. Strategi itu menunjukkan bahwa di pasar saat ini, keputusan membeli perangkat tidak lagi ditentukan oleh merek dan spesifikasi saja.
