Penemuan Uragasaurus kalasinensis menambah bukti bahwa dinosaurus berleher panjang dari kelompok Mamenchisauridae pernah hidup lebih luas di Asia daripada yang selama ini diperkirakan. Fosil ini berasal dari Provinsi Kalasin, Tailan, dan menjadi salah satu petunjuk penting bagi pemetaan persebaran fauna Jura Akhir di kawasan Asia Tenggara.
Spesies tersebut diperkirakan hidup sekitar 150 hingga 145 juta tahun lalu. Dalam konteks paleontologi, temuan ini menonjol karena wilayah Tailan selama ini belum banyak melahirkan nama resmi dari keluarga Mamenchisauridae, meski situs-situs fosilnya dikenal kaya akan sisa vertebrata purba.
Fosil yang Menentukan Identitas Spesies
Dasar penetapan spesies baru ini adalah sebuah tulang punggung bagian atas atau dorsal vertebra yang terawetkan sangat baik. Spesimen itu dikatalogkan sebagai PRC 460 dan ditemukan di situs fosil Phu Noi, yang berada dalam Formasi Phu Kradung.
Phu Noi dikenal sebagai salah satu lokasi fosil vertebrata zaman Jura terkaya di Asia Tenggara. Dari titik inilah para peneliti memperoleh cukup karakter anatomi untuk membedakan Uragasaurus kalasinensis dari dinosaurus lain yang pernah ditemukan di kawasan yang sama.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Nama spesies | Uragasaurus kalasinensis |
| Periode hidup | Sekitar 150 hingga 145 juta tahun lalu |
| Lokasi fosil | Phu Noi, Formasi Phu Kradung, Provinsi Kalasin |
| Spesimen kunci | PRC 460, dorsal vertebra |
| Kelompok | Mamenchisauridae |
Dr. Apirut Nilpanapan dari Universitas Mahasarakham, penulis utama studi ini, menyebut struktur rongga udara pada tulang itu unik karena tidak dimiliki dinosaurus lain di dunia. Ciri tersebut sejalan dengan karakter khas Mamenchisauridae, kelompok dinosaurus herbivora berleher sangat panjang yang dikenal memiliki sistem pneumatik berkembang pesat.
Struktur itu diduga membantu mereka menjangkau vegetasi pada berbagai ketinggian. Karena itu, Uragasaurus bukan hanya penting sebagai spesies baru, tetapi juga sebagai petunjuk tentang cara hidup dinosaurus raksasa pemakan tumbuhan pada akhir zaman Jura.
Tailan Semakin Penting dalam Peta Dinosaurus Asia
Selama ini, sebagian besar fosil Mamenchisauridae memang lebih banyak ditemukan di Tiongkok. Kehadiran Uragasaurus di Tailan memperluas gambaran bahwa kelompok ini pernah menyebar hingga Asia Tenggara pada periode yang sama.
Temuan ini juga memperkuat posisi Tailan sebagai wilayah kunci bagi studi dinosaurus purba. Pada Mei lalu, ilmuwan juga mengidentifikasi nagatitan, dinosaurus herbivora berleher panjang lain dari Tailan yang tercatat sebagai dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara, dengan bobot mencapai 27 ton.
Rangkaian penemuan tersebut membuat Tailan semakin penting untuk membaca ulang pola evolusi dan persebaran dinosaurus di Asia. Setiap fosil baru dari kawasan ini menambah potongan baru dalam rekonstruksi kehidupan Jura Akhir yang selama ini masih terus disusun.







