Persib Bandung kini berada dalam fase yang menuntut ketajaman ekstra di depan gawang, karena dua laga terakhir belum menghasilkan kemenangan. Situasi itu membuat duel kontra Bhayangkara FC terasa jauh lebih penting, terlebih persaingan di papan atas Super League 2025-2026 sedang sangat rapat.
Masalah utama yang disorot bukan pada dominasi permainan, melainkan pada penyelesaian akhir. Saat ditahan Arema FC 0-0, Persib tampil menguasai jalannya laga, tetapi tetap gagal memanfaatkan banyak peluang yang tercipta.
Pekerjaan rumah paling mendesak ada di kotak penalti
Evaluasi dari kubu Persib langsung mengarah pada efektivitas serangan. Dalam laga melawan Arema FC, Maung Bandung melepaskan 29 tembakan, namun tidak satu pun berbuah gol.
Data tersebut menunjukkan bahwa Persib sebenarnya mampu masuk ke area berbahaya, tetapi kurang tenang ketika momen terakhir tiba. Situasi itu membuat hasil imbang terasa seperti kehilangan dua poin, bukan sekadar tambahan satu poin.
Bojan Hodak menegaskan bahwa timnya tidak sedang menghadapi persoalan besar di sisi mental. Menurut pelatih asal Kroasia itu, yang perlu dibenahi lebih dulu adalah sentuhan akhir agar peluang yang sudah didapat tidak terbuang percuma.
“Semuanya oke, tidak ada masalah, kami sekarang masih nomor satu,” ujar Hodak dikutip dari Kompas.com.
Kondisi tim masih stabil meski finishing belum tajam
Di luar urusan gol, Hodak menilai performa Persib masih berada dalam jalur yang baik. Ia menilai fisik pemain tetap terjaga, organisasi permainan berjalan rapi, dan aspek taktik tidak menunjukkan gangguan berarti.
“Fisik kami bagus, cara berlari dan taktik juga oke. Hal tersulit dalam sepakbola memang mencetak gol,” ucap Hodak dikutip dari Antara.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Persib masih punya kendali atas permainan. Hanya saja, kontrol tersebut belum cukup untuk mengubah dominasi menjadi kemenangan saat lawan bertahan rapat atau saat peluang datang beruntun.
Dalam situasi seperti ini, ketenangan di depan gawang menjadi pembeda yang paling penting. Persib bisa menguasai laga, tetapi tetap harus memastikan peluang bersih benar-benar selesai dengan baik.
Bhayangkara FC jadi laga yang tidak bisa dianggap biasa
Pertemuan dengan Bhayangkara FC datang pada waktu yang sangat sensitif. Persib masih memimpin klasemen, tetapi posisinya belum aman karena Borneo FC Samarinda juga mengoleksi 66 poin dan hanya kalah head-to-head.
Dengan lima laga tersisa, setiap pertandingan terasa seperti final kecil. Hodak menekankan bahwa seluruh pemain harus menjaga fokus penuh karena persaingan di papan atas tidak memberi ruang untuk kelengahan.
“Anak-anak tahu bahwa mereka harus fokus sekarang untuk pertandingan berikutnya dan mencoba untuk menang di setiap laga,” kata Hodak.
Laga melawan Bhayangkara FC menjadi ujian penting untuk mengukur apakah masalah tumpul di lini depan hanya bersifat sementara. Jika penyelesaian akhir masih macet, Persib berisiko kembali kehilangan hasil maksimal meski tampil lebih dominan.
Kabar baik datang dari kondisi Eliano Reijnders
Di tengah sorotan terhadap efektivitas serangan, Persib juga mendapat kabar positif terkait kondisi Eliano Reijnders. Gelandang tersebut sempat mengalami benturan, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada cedera serius.
Hodak menjelaskan bahwa Reijnders masih menjalani pemulihan bersama fisioterapis dan diperkirakan segera kembali ke latihan. “Eliano hanya terkena benturan sedikit dan sedang menjalani pemulihan bersama fisioterapi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada yang serius,” kata Hodak melansir laporan RRI.
Ketersediaan pemain yang fit penting bagi Persib dalam fase kompetisi yang padat seperti sekarang. Kedalaman skuad bisa membantu Hodak menjaga keseimbangan tim saat tuntutan untuk menang terus meningkat.
Persaingan gelar makin rapat dan tak memberi ruang salah langkah
Perebutan tahta klasemen juga berjalan ketat karena jadwal kedua tim saling memberi tekanan. Borneo FC terlebih dahulu tampil melawan Persik Kediri, sedangkan Persib baru bertanding sehari sesudahnya menghadapi Bhayangkara FC.
Hodak melihat kondisi itu sebagai bagian dari kerasnya persaingan gelar. “Poin kami sama dengan Borneo, masih tersisa lima pertandingan lagi. Mereka punya beberapa laga sulit, kami juga punya beberapa laga sulit,” ujarnya.
Dengan selisih yang begitu tipis dan pertandingan yang semakin sedikit, efektivitas di depan gawang akan jadi faktor penentu. Persib perlu memastikan dominasi permainan tidak lagi berhenti sebagai statistik, melainkan berubah menjadi kemenangan yang menjaga mereka tetap berada di puncak klasemen.







