Bocoran terbaru membuat Aluminium OS langsung jadi sorotan karena sistem itu memperlihatkan arah yang jauh lebih serius untuk penggunaan di laptop. Meski begitu, build yang muncul masih memberi kesan bahwa platform ini belum mendekati bentuk final dan masih berada di tahap awal pengembangan.
Di dalam bocoran yang dibagikan Mystic Leaks, tampak sejumlah elemen yang akrab bagi pengguna Android, tetapi dikemas dengan nuansa desktop. Ada home screen, menu Settings, Quick Settings, hingga aplikasi Link to iOS, sementara pengujian yang terlihat disebut berjalan di MacBook Pro melalui emulator UTM.
Yang paling menarik dari tampilan awalnya adalah jejak Android yang masih sangat kuat. Saat sistem dinyalakan, muncul setup wizard yang terasa familiar, lalu masuk ke layar utama dengan dock aplikasi di bagian bawah, bilah pencarian Google, ikon Play Store, dan folder berisi aplikasi Google.
Menu pengaturan yang ikut terlihat juga memberi petunjuk besar soal fondasi sistem ini. Pada halaman tersebut, Aluminium OS disebut berbasis Android 17, sehingga kesannya lebih mengarah pada adaptasi Android untuk layar laptop ketimbang platform baru yang berdiri sepenuhnya terpisah.
Meski begitu, upaya membawa Android ke ranah desktop tetap tampak jelas. Sistem ini memakai status bar bergaya macOS, dan fitur virtual desktop sudah terintegrasi dengan tampilan Recents untuk mengatur beberapa workspace.
Panel Quick Settings juga dibuat berbeda dari pola Android pada ponsel. Panel itu turun dari sudut kanan atas, bukan dari bagian atas layar secara penuh seperti yang umum terlihat di perangkat mobile.
Belum terasa sebagai desktop matang
Di balik tampilan yang lebih rapi, build yang bocor masih menunjukkan banyak keterbatasan. Mystic Leaks menyebut versi ini lebih mirip versi Samsung DeX yang ditingkatkan daripada sistem operasi desktop yang benar-benar matang.
Salah satu indikasinya adalah banyak aplikasi Google yang berjalan sebagai versi web di dalam jendela. Pola seperti ini memperlihatkan bahwa pengalaman aplikasi native di layar besar masih belum sepenuhnya siap pada build awal tersebut.
Optimasi aplikasi Android untuk tampilan yang lebih luas juga disebut belum memadai. Selain itu, belum terlihat aplikasi yang benar-benar dioptimalkan untuk mouse dan keyboard, padahal dua perangkat itu sangat penting untuk pengalaman laptop.
Dibawa untuk Googlebook
Kemunculan bocoran ini datang tidak lama setelah Google memperkenalkan Googlebook dalam The Android Show: I/O Edition 2026. Perangkat itu diposisikan sebagai lini laptop premium baru yang dibangun di sekitar Gemini Intelligence.
Google juga menyebut bahwa Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo akan ikut menghadirkan perangkat tersebut mulai musim gugur. Dalam jangka panjang, Googlebook diproyeksikan menjadi penerus Chromebook.
Karena itu, Aluminium OS menjadi penting untuk diperhatikan. Bocoran ini memberi gambaran awal tentang platform yang kemungkinan akan menopang transisi dari Chromebook ke arah laptop baru milik Google.
Salah satu fitur yang sudah diumumkan untuk Googlebook adalah Magic Pointer. Fitur ini berupa kursor bertenaga Gemini yang menampilkan aksi kontekstual saat digerakkan di layar.
Sinyal untuk ekosistem campuran
Kehadiran Link to iOS di dalam sistem juga menarik perhatian. Detail itu menunjukkan bahwa Google tampaknya tidak ingin Googlebook hanya nyaman untuk pengguna Android, tetapi juga tetap relevan bagi mereka yang memakai iPhone.
Arah seperti ini bisa menjadi bagian dari strategi Google untuk menarik pengguna laptop premium dengan kebiasaan perangkat yang beragam. Jika dukungan tersebut berjalan baik, Googlebook berpotensi tampil lebih fleksibel di pasar laptop modern.
Namun, semua yang terlihat masih berasal dari build uji yang dijalankan lewat emulator. Artinya, tampilan dan perilaku sistem ini belum bisa dianggap sebagai pengalaman final yang akan hadir ke pengguna luas.
Hingga sekarang, Google belum mengumumkan nama resmi sistem operasi yang akan dipakai Googlebook. Nama Aluminium OS yang muncul dalam bocoran masih sangat mungkin hanya nama internal, bukan identitas akhir untuk pasar.
Google diperkirakan akan memberi lebih banyak penjelasan di Google I/O 2026 yang dimulai pada 19 Mei. Sampai ada pernyataan resmi, Aluminium OS tetap berada di wilayah bocoran, tetapi cukup kuat untuk menunjukkan arah baru Android di perangkat laptop.
