Mengidam es batu, tanah liat, kapur, atau soda kue bukan sekadar kebiasaan aneh yang lewat begitu saja. Keinginan seperti itu dapat menjadi tanda anemia defisiensi zat besi, yang dalam dunia medis dikenal sebagai pica.
Keluhan semacam ini penting dicermati karena anemia sering datang perlahan dan mudah disalahartikan sebagai lelah biasa. Saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin, pasokan oksigen ke jaringan ikut terganggu dan berbagai tanda fisik bisa muncul diam-diam.
Beberapa sinyal bahkan terasa sangat umum sehingga sering diabaikan. Tubuh yang kekurangan oksigen bisa membuat seseorang cepat lelah meski sudah cukup istirahat, lalu napas terasa pendek saat berjalan cepat, naik tangga, atau berolahraga ringan.
Perubahan pada kuku juga sering memberi petunjuk awal. Kuku yang tipis, mudah patah, atau tampak rapuh kerap berkaitan dengan kekurangan zat besi dan biasanya berkembang perlahan.
Warna kulit yang lebih pucat dari biasanya termasuk tanda lain yang layak diperhatikan. Kondisi ini dapat terlihat pada wajah, bibir, atau bagian dalam kelopak mata, terutama bila muncul bersama keluhan lemas dan sesak napas.
Tanda yang kerap tidak langsung dikaitkan
Selain gejala yang umum, ada pula kode tubuh yang jarang disangka berkaitan dengan anemia. Nyeri dada ringan yang muncul berulang misalnya, dapat terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Tangan dan kaki yang terasa kesemutan atau mati rasa juga bisa muncul pada anemia akibat kekurangan vitamin B12. Keluhan ini sering disangka gangguan sementara, padahal berkaitan dengan pasokan oksigen dan fungsi saraf di area tertentu.
Pada sebagian orang, kaki terasa gelisah terutama pada malam hari. Kondisi ini dikenal sebagai restless legs syndrome dan dapat berhubungan dengan kekurangan zat besi.
Perempuan juga perlu lebih waspada bila mengalami haid yang terlalu banyak atau siklus yang tidak teratur. Kehilangan darah dalam jumlah besar dapat menurunkan zat besi dan hemoglobin, apalagi jika berulang setiap bulan.
Tanda yang perlu perhatian segera
Ada gejala yang sebaiknya tidak ditunda untuk diperiksa. Tinja berwarna hitam atau adanya darah pada tinja bisa menandakan perdarahan di saluran pencernaan yang, bila berlangsung terus, dapat memicu anemia.
Kondisi seperti itu memerlukan pemeriksaan medis segera. Selain mencari penyebab anemia, dokter juga perlu memastikan apakah ada masalah lain yang ikut menyertai.
Bila beberapa tanda muncul bersamaan, pemeriksaan menjadi semakin penting. Lemas yang tidak kunjung membaik, kuku rapuh, kulit pucat, sesak napas, atau keinginan mengonsumsi benda tak lazim sebaiknya tidak dianggap remeh.
Pola makan tetap berperan
Pencegahan dan penanganan anemia juga sangat dipengaruhi asupan harian. Makanan yang kaya zat besi dan asam folat, seperti bayam, bit, kurma, dan delima, dapat membantu pembentukan sel darah merah.
Vitamin C turut mendukung penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sumbernya bisa diperoleh dari buah jeruk, stroberi, atau tomat, sehingga kombinasi makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar darah tetap baik.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan suplemen zat besi atau vitamin tambahan setelah menilai kebutuhan pasien. Langkah ini membantu penanganan berjalan sesuai penyebab dan keluhan yang dialami.
Source: www.beritasatu.com






