Di jaringan SPBU swasta, harga diesel non-subsidi kini menembus Rp 30.890 per liter. Angka itu langsung membuat biaya isi penuh mobil diesel bertangki besar ikut merangkak tajam, terutama pada SUV seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.
Kenaikan ini mulai terpantau pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pada April 2026, harga diesel di jaringan SPBU swasta tersebut masih berada di level Rp 25.560 per liter dan saat itu sudah tercatat sebagai solar termahal di tanah air.
BP dan Vivo ikut menyesuaikan harga
Perubahan paling jelas terlihat pada BP Ultimate Diesel. Produk itu kini dijual Rp 30.890 per liter, naik dari posisi sebelumnya dan menyamai harga diesel premium di jaringan lain.
Vivo juga melakukan penyesuaian di lini dieselnya. Diesel Primus milik Vivo kini dibanderol Rp 30.890 per liter, sementara varian bensin BP 92 tidak berubah dan tetap dijual Rp 12.390 per liter.
Isi penuh SUV diesel makin mahal
Dampak kenaikan harga paling terasa pada mobil diesel yang memakai tangki besar. Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport menjadi dua model yang paling mudah terdampak karena volume bahan bakarnya besar saat diisi penuh.
Toyota Fortuner memiliki kapasitas tangki 80 liter. Mitsubishi Pajero Sport memiliki kapasitas tangki 68 liter.
Dengan harga Rp 30.890 per liter, isi penuh Toyota Fortuner dari kondisi kosong membutuhkan Rp 2.471.200. Jika tangki masih menyisakan 5 liter, pengisian 75 liter tetap memerlukan Rp 2.316.750.
Untuk Mitsubishi Pajero Sport, isi penuh dari kondisi kosong memerlukan Rp 2.100.520. Bila masih tersisa 5 liter di dalam tangki, biaya pengisian 63 liter menjadi Rp 1.946.070.
Rekomendasi bahan bakar tetap jadi perhatian
Di tengah harga yang tinggi, pilihan bahan bakar untuk SUV diesel tetap penting. Kedua model itu disarankan pabrikan menggunakan diesel berkualitas tinggi dengan kandungan sulfur kurang dari 50 ppm.
Anjuran tersebut ditujukan untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan membantu memenuhi standar emisi gas buang yang berlaku. Saat harga berada di level tinggi, selisih beberapa liter saja sudah cukup memberi dampak besar pada total pengeluaran.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terasa pada satu produk, tetapi pada segmen bahan bakar non-subsidi secara umum. Pemilik kendaraan diesel pun cenderung perlu lebih cermat memilih SPBU dan menghitung kapasitas tangki sebelum mengisi penuh.
