Pemerintah Indonesia menaruh perhatian penuh pada keselamatan warga negaranya yang ikut dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla setelah kapal-kapal itu dilaporkan dicegat dan ditahan otoritas militer Israel. Di tengah akses komunikasi yang sangat terbatas, Kementerian Luar Negeri terus memantau kondisi para WNI agar keberadaan mereka tetap terpantau.
Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, pemerintah memilih bergerak lewat jalur tidak langsung. Kementerian Luar Negeri berkomunikasi dengan Yordania dan Turki untuk menghimpun informasi terbaru mengenai para peserta flotilla yang ikut terdampak pencegatan di perairan internasional.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut koordinasi dengan dua negara itu menjadi tumpuan utama saat komunikasi di lapangan sulit berjalan normal. Ia mengatakan informasi yang masuk masih sangat terbatas sehingga verifikasi kondisi masing-masing delegasi berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan.
Di tengah situasi itu, pemerintah menempatkan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Sugiono menegaskan Kementerian Luar Negeri terus berupaya memastikan kondisi para warga Indonesia bersama delegasi lain yang ikut dalam misi tersebut.
Hingga informasi terakhir yang diterima pemerintah, pembaruan mengenai situasi para peserta belum dapat diperoleh secara lengkap. Karena itu, pemantauan dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertahap agar kondisi mereka tidak luput dari perhatian.
Sugiono juga menyampaikan penghormatan kepada para relawan, aktivis, dan jurnalis Indonesia yang bergabung dalam misi kemanusiaan itu. Menurut dia, keterlibatan mereka menunjukkan solidaritas terhadap krisis kemanusiaan di Palestina, terutama di Gaza.
Pemerintah berharap para delegasi Indonesia berada dalam kondisi baik dan dapat segera kembali ke tanah air. Semangat kemanusiaan yang mereka bawa dinilai patut diapresiasi karena lahir dari dorongan untuk mendorong keadaan yang lebih baik bagi warga Palestina.
Karena tidak ada hubungan langsung dengan Israel, Kementerian Luar Negeri tetap menempuh pendekatan melalui negara ketiga yang memiliki keterkaitan dengan kasus serupa. Pemerintah juga memanfaatkan jaringan dengan negara-negara lain yang warganya ikut terkena dampak pencegatan dalam misi itu.
Menurut Sugiono, koordinasi semacam ini menjadi cara paling memungkinkan untuk mencari kepastian nasib para WNI. Dalam situasi komunikasi yang masih terkendala, jalur diplomasi melalui Yordania dan Turki menjadi penghubung utama bagi Indonesia.
Pemerintah meminta publik terus mendoakan agar para delegasi Indonesia yang tertahan dapat segera dibebaskan dan pulang dalam keadaan selamat. Hingga kini, perhatian utama Kementerian Luar Negeri tetap tertuju pada pembaruan informasi dan perlindungan bagi para WNI yang berada dalam armada kemanusiaan tersebut.
Source: mediaindonesia.com






