Tanpa Banyak Libur, Timnas Indonesia Jalani 20 Hari Gembleng Fisik Di Bali

Timnas Indonesia akan menjalani program yang cukup padat di Bali sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026. Selama 20 hari, para pemain tidak akan mendapat banyak waktu istirahat karena tim pelatih ingin mengembalikan kebugaran mereka ke level yang dibutuhkan untuk tampil kompetitif.

Fokus utama program ini bukan sekadar mengumpulkan nama-nama pemain, melainkan memastikan kondisi fisik mereka benar-benar siap. John Herdman menilai masa libur kompetisi membuat pengecekan kebugaran menjadi langkah penting sebelum skuad final ditetapkan.

Sebelum agenda di Bali dimulai, Herdman lebih dulu memimpin pertandingan internal di Stadion Madya, Jakarta, pada Sabtu (30/5/2026). Sesi itu dipakai untuk menilai kemampuan teknis sekaligus fisik para pemain domestik yang masuk dalam proyeksi Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.

Penilaian yang dilakukan Herdman tidak berhenti pada kualitas permainan di lapangan. Ia juga memperhatikan kondisi kebugaran pemain setelah libur musim kompetisi, karena aspek itu menjadi dasar untuk menentukan kesiapan mereka menghadapi pemusatan latihan berikutnya.

“Saya perlu menilai kompetensi fisik mereka karena mereka sedang libur musim kompetisi,” ujar Herdman.

Setelah evaluasi awal di Jakarta, Bali dipilih sebagai lokasi untuk fase latihan intensif berikutnya. Program selama 20 hari itu disusun sebagai masa pemulihan sekaligus peningkatan fisik agar para pemain bisa kembali ke ritme kerja yang lebih tinggi.

Dalam periode tersebut, tim pelatih ingin membangun kembali daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan kesiapan taktis para pemain. Seluruh proses diarahkan agar skuad tidak hanya bugar, tetapi juga siap menjalani tuntutan turnamen regional yang menunggu di depan.

Herdman menegaskan bahwa kesempatan beristirahat akan sangat terbatas selama pemusatan latihan itu berjalan. “Sayangnya mereka tidak akan mendapat istirahat. Mereka harus bekerja untuk bersiap menghadapi AFF,” kata Herdman.

Keputusan untuk memusatkan perhatian pada pemain yang berlaga di liga domestik juga memperlihatkan arah persiapan yang lebih terukur. Dengan mengandalkan sumber daya dari kompetisi lokal, proses seleksi dan pembentukan skuad bisa disesuaikan dengan kondisi nyata para pemain.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa kebugaran menjadi tolok ukur utama dalam penyusunan tim. Herdman ingin memastikan pemain yang terpilih benar-benar siap secara fisik sebelum Timnas Indonesia tampil di Piala AFF 2026.

Source: www.suara.com

Berita Terkait