Tanpa Bumbu Kacang, Sate Maranggi Daging Kurban Ala Chef Devina Tetap Empuk dan Gurih

Author: Redaksi Android62

Sate maranggi daging kurban ala Chef Devina Hermawan menawarkan cara berbeda untuk mengolah daging agar tetap empuk dan terasa istimewa tanpa bumbu kacang. Kuncinya ada pada marinasi rempah yang meresap ke dalam daging, lalu dipadukan dengan sambal tomat yang segar.

Olahan ini cocok menjadi pilihan saat Iduladha ketika banyak rumah mencari menu praktis untuk menghabiskan daging kurban. Sajian sate juga mudah disajikan dalam keadaan hangat, sehingga rasa gurih dan manisnya langsung terasa saat disantap.

Ciri khas sate maranggi membuat hidangan ini punya identitas yang kuat dibanding sate biasa. Kuliner khas Purwakarta yang juga populer di Cianjur, Jawa Barat, ini mengandalkan perendaman bumbu sebelum dibakar dan biasanya disajikan dengan sambal tomat berisi cabai rawit, bawang, dan kecap manis.

Dalam versi Chef Devina, bahan utama yang digunakan adalah 300 gram daging has dalam untuk 12 tusuk. Pemilihan potongan ini membantu menghasilkan sate yang lebih kaya rasa saat dipadukan dengan komposisi bumbu yang tepat.

Bumbu marinasi jadi penentu rasa

Racikan bumbu halus yang dipakai terdiri dari 6 siung bawang putih, 10 siung bawang merah, 3 cm lengkuas iris, 2 sdt ketumbar sangrai, 3 sdm air asam jawa, 4 sdm kecap manis, 1 sdm gula merah, 1 sdt garam, 1 sdt merica, dan ½ sdt kaldu jamur. Campuran ini memberi perpaduan gurih, manis, asam, dan sedikit pedas pada daging.

Marinasi menjadi tahap penting karena bumbu harus masuk ke serat daging, bukan hanya menempel di permukaan. Dengan cara ini, rasa rempah akan terbawa sampai gigitan terakhir saat sate disajikan.

Agar teksturnya lebih lembut, daging dipotong memanjang dengan lebar kira-kira seukuran jari. Potongan juga diarahkan melawan serat supaya hasil akhirnya lebih empuk saat matang.

Setelah daging dipotong, semua bumbu halus diblender lalu dicampurkan ke dalam daging. Daging kemudian didiamkan selama 1–2 jam agar bumbunya meresap sebelum masuk ke proses pembakaran.

Cara membakar yang membuat sate tetap rapi

Setelah marinasi selesai, daging ditusuk dengan tusukan sate yang sudah direndam lebih dulu. Chef Devina menyarankan susunan zig-zag agar tampilan sate lebih rapi dan matang merata saat dipanggang.

Sate bisa dibakar menggunakan griller, sementara permukaan alat sebaiknya diolesi sedikit minyak atau lemak sapi agar daging tidak lengket. Cara panggang tradisional juga tetap bisa dipakai sesuai kebiasaan memasak di rumah.

Selama proses membakar, kedua sisi sate diolesi bumbu halus agar rasa rempahnya makin kuat. Tingkat kematangan bisa disesuaikan dengan selera, tetapi sate paling nikmat saat disajikan hangat.

Sambal tomat sebagai penyeimbang rasa

Selain bumbu pada daging, sambal tomat menjadi bagian penting dari sajian ini. Bahan yang disiapkan meliputi 2 buah tomat, 5 cabai rawit merah, 15 cabai rawit hijau, 1 siung bawang putih, 3 siung bawang merah, 2 buah jeruk limau, ½ sdt garam, dan 1 sdt gula.

Bawang putih dan garam diulek lebih dulu hingga halus, lalu cabai rawit merah dan hijau dimasukkan. Setelah itu, tomat, gula, dan perasan jeruk limau ditambahkan agar aroma serta kesegarannya keluar.

Perpaduan sate maranggi dan sambal tomat memberi kontras rasa yang seimbang. Di satu sisi ada daging dengan bumbu rempah yang manis dan gurih, sementara di sisi lain ada sensasi segar dari tomat dan jeruk limau.

Dengan marinasi yang tepat, teknik potong yang benar, serta sambal tomat yang segar, sate maranggi daging kurban ala Chef Devina Hermawan menjadi alternatif olahan yang menarik untuk meja makan keluarga. Sajian ini tetap mengandalkan bahan sederhana, tetapi hasilnya terasa lebih spesial dibanding sate biasa.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru