Apple disebut menargetkan penjualan 10 juta unit iPhone lipat pertamanya yang dirumorkan menggunakan nama iPhone Ultra. Target tersebut menonjol karena harga rata-rata perangkat ini diperkirakan mencapai 2.500 dollar AS atau sekitar Rp45 juta.
Jika proyeksi itu tercapai, Apple akan langsung masuk ke jajaran besar pasar ponsel lipat global meski datang belakangan. Perangkat ini juga berpotensi menjadi iPhone dengan banderol tertinggi yang pernah dipasarkan perusahaan tersebut.
Target pangsa pasar mendekati Samsung
Counterpoint Research memperkirakan iPhone Ultra dapat mengambil 29 persen dari total pesanan panel layar ponsel lipat dunia pada 2026. Porsi itu hanya terpaut tipis dari Samsung yang diproyeksikan memegang 31 persen pesanan panel.
Huawei diperkirakan berada di posisi berikutnya dengan pangsa 24 persen. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Apple berpotensi segera mengubah peta persaingan di kategori perangkat lipat.
| Perusahaan | Perkiraan Pangsa Pesanan Panel Lipat 2026 |
|---|---|
| Samsung | 31 persen |
| Apple melalui iPhone Ultra | 29 persen |
| Huawei | 24 persen |
Pasar yang akan dimasuki Apple juga diperkirakan terus tumbuh. Counterpoint Research memproyeksikan total pesanan panel layar ponsel lipat global mencapai sekitar 27,5 juta unit pada 2026, naik sekitar 24 persen dibandingkan 2025.
Pertumbuhan itu membuka peluang bagi Apple untuk mengejar volume besar pada tahun pertama perangkat lipatnya beredar. Target 10 juta unit berarti perusahaan memasang ambisi tinggi di segmen premium yang telah digarap pesaing lebih awal.
Harga premium menjadi taruhan
Menurut informasi yang dimuat Tekno Kompas, harga rata-rata iPhone Ultra diperkirakan berada pada 2.500 dollar AS atau sekitar Rp45 juta. Varian dengan kapasitas penyimpanan tertinggi bahkan disebut dapat mencapai 3.000 dollar AS atau sekitar Rp54 juta.
| Indikator | Perkiraan | Keterangan |
|---|---|---|
| Target penjualan | 10 juta unit | Naik dari perkiraan awal 7-8 juta unit |
| Harga rata-rata | 2.500 dollar AS | Sekitar Rp45 juta |
| Varian tertinggi | 3.000 dollar AS | Sekitar Rp54 juta |
Angka itu meningkat dari perkiraan target awal yang berada pada kisaran 7 juta hingga 8 juta unit. Harga tinggi menjadi ujian penting bagi Apple untuk melihat sejauh mana konsumen bersedia membayar lebih untuk perangkat lipatnya.
Samsung telah memasarkan ponsel lipat sejak 2019, sedangkan Huawei juga aktif menjual perangkat serupa di pasar China. Di sisi lain, model lipat berdesain clamshell sudah cukup populer sehingga kategori ini tidak lagi dipandang sebagai pasar yang sangat khusus.
Samsung dapat menjadi rival sekaligus pemasok
Persaingan Apple dan Samsung tidak hanya akan terjadi pada produk yang dijual kepada konsumen. Samsung Display secara luas diperkirakan menjadi pemasok panel OLED bagi ponsel lipat pertama Apple.
Situasi tersebut dapat membuat tingginya penjualan iPhone Ultra turut memberi keuntungan bagi divisi layar Samsung. Hubungan ini mencerminkan kondisi industri teknologi ketika dua perusahaan bersaing di pasar perangkat akhir, tetapi tetap terhubung dalam rantai pasok.
Samsung selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama panel OLED untuk iPhone reguler. Peran itu diperkirakan berlanjut pada perangkat lipat Apple, sementara kedua perusahaan tetap akan berebut perhatian pembeli di segmen premium.
Dengan target penjualan 10 juta unit dan proyeksi pangsa panel 29 persen, iPhone Ultra berpotensi memberi dampak besar pada kategori ponsel lipat. Keberhasilan perangkat tersebut akan bergantung pada kemampuan Apple meyakinkan pasar bahwa harga premium sepadan dengan minat terhadap format lipat.







