Xpeng memasang target pengiriman yang jauh lebih tinggi untuk kuartal kedua, meski kuartal pertama justru ditutup dengan rugi bersih yang melebar tajam. Perusahaan memproyeksikan pengiriman 100.000 hingga 106.000 unit, setara lonjakan kuartalan hingga 69,11 persen dari capaian sebelumnya.
Optimisme itu muncul di tengah pasar otomotif Tiongkok yang masih lemah pada musim sepi. Namun, Xpeng tampaknya bertaruh pada kombinasi model baru dan pemulihan permintaan untuk membalikkan kondisi yang sempat menekan kinerjanya di awal tahun.
Laba singkat yang langsung tertutup rugi besar
Pada tiga bulan yang berakhir 31 Maret, Xpeng mencatat rugi bersih 1,78 miliar yuan, atau sekitar $260 juta. Angka itu jauh lebih besar dibanding rugi 660 juta yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerugian itu juga menghapus singkatnya periode laba kuartalan pertama yang baru diraih perusahaan pada kuartal keempat 2025. Dengan begitu, perbaikan yang sempat terlihat belum mampu bertahan lama ketika tekanan penjualan kembali muncul.
Margin membaik, tetapi pendapatan tertekan
Di sisi operasional, Xpeng justru menunjukkan beberapa perbaikan. Margin kotor keseluruhan naik menjadi 20,6 persen dari 15,6 persen setahun sebelumnya, sementara margin kendaraan meningkat menjadi 12,1 persen dari 10,5 persen.
Meski begitu, perbaikan margin belum cukup menahan penurunan bisnis secara keseluruhan. Pendapatan kuartal pertama turun 17,6 persen secara tahunan menjadi 13,03 miliar yuan, sejalan dengan turunnya pengiriman kendaraan pada awal tahun.
Xpeng hanya mengirimkan 62.682 kendaraan selama kuartal pertama. Angka itu turun 33,32 persen dibanding 94.008 unit pada periode yang sama 2025, dan merosot 46,08 persen dari kuartal keempat tahun lalu.
Target kuartal kedua melonjak tajam
Untuk kuartal kedua, perusahaan memasang panduan yang jauh lebih agresif. Xpeng memperkirakan pendapatan berada di kisaran 19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan, atau naik sekitar 7,25 persen hingga 13,82 persen secara tahunan.
Berdasarkan target pengiriman yang dipasang perusahaan, volume pada Mei dan Juni diperkirakan mencapai 68.989 hingga 74.989 kendaraan. Artinya, sebagian besar pemulihan yang diharapkan harus terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Capaian kuartal pertama sendiri masih berada dalam rentang panduan sebelumnya, yaitu 61.000 hingga 66.000 unit. Itu menandakan Xpeng masih mampu menjaga volume sesuai sasaran meski kondisi pasar belum mendukung.
Model baru jadi tumpuan pemulihan
Dorongan utama untuk target yang lebih tinggi datang dari peluncuran produk baru. Pada 20 Mei, Xpeng merilis SUV flagship teknologi terbarunya, GX, yang menandai perluasan ke segmen premium.
Perusahaan melihat peluncuran itu sebagai penggerak penting untuk rebound penjualan yang lebih stabil di kuartal kedua. Harapan tersebut juga memperlihatkan betapa besar ketergantungan Xpeng pada daya tarik produk baru di tengah persaingan yang ketat.
Selain fokus ke kendaraan, Xpeng juga terus menguatkan strategi kecerdasan buatan. Chairman sekaligus CEO He Xiaopeng menyebut tahun ini dirinya akan fokus pada pencapaian produksi massal robotaxi dan robot humanoid.
Perusahaan juga sedang membangun ekosistem bisnis global untuk mengubah teknologi physical AI menjadi mesin pertumbuhan baru. Di pasar domestik, sinyal awal April dan Mei memberi sedikit ruang optimisme karena Xpeng mengirimkan 31.011 kendaraan pada April, naik 13 persen dibanding Maret meski masih lebih rendah secara tahunan.
Dengan rugi yang melebar di satu sisi dan target pengiriman yang melonjak di sisi lain, kuartal kedua akan menjadi ujian penting bagi kemampuan Xpeng mengubah momentum produk baru menjadi pemulihan bisnis yang lebih nyata. Pergerakan beberapa bulan ke depan akan menunjukkan apakah dorongan dari GX cukup kuat untuk mengangkat penjualan setelah awal tahun yang berat.
Source: cnevpost.com






