Kementerian Sosial bersama TNI menyiapkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer tingkat I dan II untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 178 titik. Setiap lokasi akan mendapat lima personel taruna yang bekerja intensif selama lima hari.
Pendampingan itu difokuskan pada kehidupan berasrama, bukan kegiatan belajar di kelas. Para taruna akan membantu siswa beradaptasi dengan rutinitas baru dan membiasakan kebiasaan sederhana yang menumbuhkan kemandirian.
Membentuk disiplin dari aktivitas dasar
Selama masa pendampingan, taruna akan membimbing siswa dalam hal-hal praktis yang biasa dilakukan di asrama. Kegiatan yang disorot antara lain merapikan tempat tidur, menata lemari, menyetrika seragam, merapikan seprei, dan menyemir sepatu.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa taruna Akmil tidak mengambil alih peran guru. Menurut dia, kehadiran mereka bertujuan membuat siswa merasa aman, nyaman, dan lebih siap menjalani kehidupan sehari-hari di Sekolah Rakyat.
Menekan potensi kekerasan di lingkungan asrama
Selain membangun kemandirian, program ini juga diarahkan untuk menciptakan suasana yang aman di asrama. Agus Jabo menyebut pendampingan taruna ikut membina siswa agar tidak muncul kekerasan, termasuk perundungan maupun tindakan dari kakak kelas kepada adik kelas.
Langkah tersebut dinilai penting karena para siswa harus tinggal bersama teman-teman baru dalam sistem berasrama. Dengan bimbingan intensif, pemerintah berharap proses adaptasi berjalan lebih tenang dan tidak menimbulkan tekanan berlebih bagi anak-anak.
Dasar hukum pelibatan taruna Akmil
Program ini memiliki landasan melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Aturan itu menjadi acuan pelibatan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan siswa Sekolah Rakyat.
Pemilihan taruna Akmil juga dinilai relevan karena mereka hidup dalam lingkungan asrama. Pengalaman itu dianggap dekat dengan kebutuhan sehari-hari siswa, sehingga pendampingan bisa lebih mudah dipahami dan dijalankan di lapangan.
Masa pendampingan dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 8 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, taruna akan berada langsung di asrama untuk membantu siswa membangun kebiasaan hidup mandiri sejak awal.
| Aspek | Rincian | Keterangan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Lokasi pendampingan | Sekolah Rakyat | Di berbagai titik | 178 titik |
| Personel per lokasi | Taruna Akademi Militer tingkat I dan II | Pendampingan intensif di asrama | 5 personel |
| Durasi pendampingan | 3 hingga 8 Agustus 2026 | Fokus pada kehidupan asrama | 5 hari |
Melalui skema ini, pemerintah berharap siswa Sekolah Rakyat lebih cepat menyesuaikan diri saat tinggal jauh dari keluarga. Pendampingan taruna diarahkan agar proses adaptasi berjalan teratur, aman, dan mendukung kebiasaan mandiri di lingkungan asrama.
Source: www.suara.com






