Tasikmalaya dan Pangandaran Dikepung Hujan Pagi Ini, BMKG Peringatkan Angin Kencang

Author: Redaksi Android62

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Jawa Barat pada Sabtu, 27 Juni 2026, dengan fokus ancaman pada hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Pembaruan resmi pukul 05:45 WIB itu menandai adanya potensi gangguan cuaca yang bisa muncul cepat sejak pagi hari.

Dalam rentang pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, wilayah Jawa Barat bagian selatan diperkirakan menjadi area yang paling berisiko terhadap hujan badai singkat. Dua daerah yang disebut perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

Pagi cenderung lebih tenang, siang hingga sore lebih berisiko

BMKG membagi dinamika cuaca Jawa Barat ke dalam empat periode utama sepanjang hari. Pada pagi hari pukul 07.00–13.00 WIB, kondisi diperkirakan cerah berawan hingga berawan di sebagian besar wilayah.

Potensi hujan sedang hingga lebat mulai meningkat pada siang hingga sore hari pukul 13.00–19.00 WIB dan diperkirakan merata di berbagai kabupaten dan kota. Setelah itu, intensitas hujan cenderung menurun menjadi hujan ringan hingga sedang pada malam hari pukul 19.00–01.00 WIB.

Pada dini hari pukul 01.00–07.00 WIB, cuaca diperkirakan kembali stabil dengan kondisi cerah berawan hingga berawan. Pola ini menunjukkan perubahan atmosfer yang cukup cepat sehingga warga diminta tetap memantau pembaruan cuaca.

Hidrometeorologi perlu diwaspadai

BMKG mengingatkan bahwa dampak hidrometeorologi seperti genangan air dan pohon tumbang dapat muncul bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Risiko itu menjadi perhatian utama terutama ketika badai lokal bergerak cepat dalam waktu singkat.

Pemantauan yang digunakan BMKG bersifat jangka pendek untuk membaca pergerakan badai dalam 0–6 jam ke depan. Metode nowcasting berbasis radar ini dipakai agar peringatan dini bisa disampaikan lebih presisi kepada masyarakat.

Kondisi udara mendukung pembentukan awan hujan

Di wilayah utara Jawa Barat, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22–34 derajat Celsius dengan kelembapan 60–96 persen. Sementara itu, wilayah selatan berada pada rentang suhu 18–32 derajat Celsius dengan kelembapan 60–97 persen.

BMKG mencatat angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 05 hingga 35 km/jam. Kelembapan yang sangat tinggi di wilayah selatan ikut memperkuat pembentukan awan hujan, termasuk di sekitar Bogor dan daerah pegunungan lainnya.

BMKG Jawa Barat juga terus memperbarui data radar meteorologi secara berkala untuk memantau pergeseran angin kencang. Pemantauan itu menjadi dasar penting dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi dalam waktu sangat singkat.

Source: www.pdiperjuanganbali.id
Berita Terbaru