Beberapa adegan dalam drama Korea Teach You a Lesson menarik perhatian karena terasa sangat dekat dengan persoalan yang pernah menyita sorotan publik di Korea Selatan. Serial ini menampilkan tuduhan pelecehan seksual di sekolah, tekanan ekstrem dari orang tua murid, dan penyalahgunaan obat untuk mengejar prestasi akademik.
Kedekatan itu membuat Teach You a Lesson bukan sekadar drama sekolah biasa. Ceritanya disebut memiliki kemiripan dengan kasus nyata yang pernah dilaporkan media, sehingga setiap konflik di dalamnya terasa lebih tajam dan sulit diabaikan.
Tuduhan terhadap guru yang berujung tekanan berat
Salah satu kemiripan paling menonjol muncul di episode 3, saat Han Ye Ri, siswi SMA Putri Soyeon, menuduh seorang guru melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Dalam alur cerita, tekanan dan rasa malu membuat guru itu akhirnya mengakhiri hidupnya.
Gambaran tersebut dikaitkan dengan laporan Financial News tentang seorang guru SMA berusia 30 tahun berinisial A. Ia dituduh melakukan pelecehan seksual oleh siswinya setelah siswi itu meminta nomor pribadi, menghubunginya langsung, lalu mengajaknya bertemu pada akhir pekan.
Seiring waktu, muncul rumor bahwa siswi tersebut menyukai guru A. Ketika diminta menjaga jarak, siswi itu justru melayangkan tuduhan pelecehan seksual, meski tuduhan tersebut tidak terbukti benar.
Dampaknya tetap sangat berat. Guru A kehilangan hak mengajar, ibunya pingsan, pertunangannya batal, dan ia mengalami tekanan mental yang besar.
Tekanan orang tua murid yang memukul tenaga pendidik
Episode 5 menyoroti guru SD Hyeongjung dan kondisi saat ia hampir mengakhiri hidupnya. Bagian ini dianggap serupa dengan kasus guru SD Seoi yang sempat mengejutkan publik Korea Selatan.
The Korea Herald melaporkan bahwa guru SD berusia 23 tahun itu ditemukan tidak bernyawa di lemari penyimpanan kelasnya pada tahun 2023. Ia disebut menerima tekanan berupa kekerasan verbal dan fisik dari orang tua wali murid.
Laporan BBC juga mengungkap isi buku harian sang guru yang memperlihatkan rasa tertekan dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Dalam penyelidikan, aparat menemukan ratusan catatan harian, catatan kerja, dan pesan teks yang memperkuat gambaran beban yang ia tanggung.
Kasus itu menunjukkan betapa konflik antara tenaga pendidik dan orang tua murid bisa berubah menjadi tekanan yang sangat berat. Drama ini meminjam isu tersebut untuk memperlihatkan sisi gelap lingkungan sekolah yang kerap luput dari perhatian.
Tekanan akademik yang mendorong penyalahgunaan obat
Di episode 8, Teach You a Lesson menampilkan persaingan siswa SMA Seungyeon untuk masuk fakultas kedokteran. Dalam upaya mengejar hasil terbaik, para orang tua murid memaksa anak-anak mereka meminum obat ADHD hingga narkoba bernama Pil Hati.
The Korea Times menulis bahwa resep metilfenidat, stimulan sistem saraf pusat untuk mengobati ADHD, disalahgunakan sebagai “pil belajar” oleh siswa di Korea Selatan. Data Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan menunjukkan bahwa antara Januari hingga September 2025 ada 113.263 anak laki-laki berusia 19 tahun yang mengonsumsi obat tersebut.
Jumlah itu disebut lebih tinggi dibandingkan penerima pada 2024 dan 2023. Data tersebut memperlihatkan bahwa tekanan akademik bukan hanya tema dalam drama, melainkan persoalan nyata yang ikut membentuk lanskap pendidikan di Korea Selatan.
Diadaptasi dari kisah yang memang dekat dengan kenyataan
Penulis webtoon The Real Lesson, Chae Yong Taek dan Han Ga Ram, juga pernah menyebut bahwa beberapa kasus di karya itu diadaptasi dari kejadian nyata. Karena itu, Teach You a Lesson terasa lebih kuat saat mengangkat konflik yang akarnya jelas berasal dari masalah sosial.
Dari tuduhan di ruang kelas, tekanan dari wali murid, hingga penyalahgunaan obat demi nilai akademik, serial ini memperlihatkan bagaimana drama sekolah dapat bersinggungan langsung dengan realitas. Tidak mengherankan bila setiap episode yang menyinggung persoalan seperti itu langsung memancing perhatian penonton.
Source: www.idntimes.com






