Teh Hijau Ternyata Bisa Melindungi Hati, Efeknya Lebih Besar dari Sekadar Menenangkan

Teh hijau bukan hanya minuman yang identik dengan rasa menenangkan. Sejumlah ahli menilai kandungan di dalamnya dapat membantu hati bekerja lebih efisien dalam memproses lemak, gula darah, kolesterol, dan racun.

Peran itu menjadi penting karena hati adalah organ pertama yang memproses berbagai zat yang masuk ke tubuh sebelum menyebar ke bagian lain. Dari sini, manfaat teh hijau pada hati tidak sekadar soal kebiasaan minum harian, tetapi juga menyangkut cara organ ini menjaga keseimbangan metabolisme.

Peran teh hijau dalam menjaga fungsi hati

Ahli gizi Malina Malkani, MS., RDN., CDN., LDN., menjelaskan kepada Parade bahwa hati memproduksi cairan empedu untuk membantu tubuh memecah dan menyerap lemak. Hati juga mengatur kadar gula darah dan kolesterol, sekaligus menyaring racun.

Karena itu, dampak teh hijau terhadap hati sangat bergantung pada jumlah konsumsi, cara penyajian, dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Respons tubuh pun tidak selalu sama, terutama bila ada faktor genetik yang memengaruhi proses metabolisme.

Manfaat utama yang paling sering dibahas

Dalam penggunaan rutin, teh hijau dikaitkan dengan dua manfaat besar untuk hati. Pertama, minuman ini dapat membantu melindungi sel hati dari stres oksidatif, dan kedua, membantu pengelolaan lemak agar tidak mudah menumpuk di hati.

ManfaatPenjelasanKeterangan
Melindungi dari stres oksidatifTeh hijau kaya katekin, terutama EGCG, yang membantu menetralkan radikal bebasDapat membantu mengurangi peradangan
Membantu mengurangi lemak di hatiTeh hijau dapat mendukung metabolisme lipid dan membantu hati memproses lemak lebih efisienBerpotensi mengurangi penumpukan lemak di hati

EGCG atau Epigallocatechin gallate disebut sebagai antioksidan penting dalam teh hijau. Mckenzie Dryden dari HonorHealth Whole Health Institute mengatakan antioksidan ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada hati.

Stres oksidatif diketahui dapat mempercepat penuaan dan memperburuk kondisi hati, termasuk metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease atau MASLD. Dengan menekan proses itu, teh hijau berpotensi membantu melindungi sel hati dan menjaga fungsinya tetap optimal.

Dukungan pada metabolisme lemak

Hati berperan dalam mengatur bagaimana lemak diproduksi, disimpan, dan disalurkan ke seluruh tubuh. Karena itu, dukungan pada metabolisme lipid menjadi bagian penting dari kesehatan organ ini.

Diana Cusa, MS., RD., CDN., CDCES, menyebut teh hijau dapat sedikit meningkatkan pembakaran lemak dan menghambat pembentukan lemak baru. Ia juga menjelaskan bahwa teh hijau dapat mengaktifkan enzim tertentu yang memberi sinyal pada sel untuk memakai lemak sebagai energi, bukan menyimpannya.

Menurut Diana Cusa, manfaat jangka panjang lebih terasa jika kebiasaan ini dijalankan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sementara itu, perubahan jangka pendek biasanya terjadi di tingkat sel dan belum tentu langsung terasa sebagai perubahan besar pada fungsi hati.

Jumlah minum yang tetap perlu dijaga

Secara umum, teh hijau aman bagi kesehatan hati, tetapi jumlahnya tidak boleh berlebihan. Mckenzie Dryden mengingatkan bahwa minuman ini mengandung kafein dan bersifat diuretik, sehingga tetap perlu diperhatikan porsinya.

Konsumsi kafein lebih dari 400 mg per hari dapat menyebabkan dehidrasi akibat hilangnya cairan tubuh melalui urine. Rata-rata secangkir teh hijau mengandung sekitar 30-50 mg kafein, sehingga kebanyakan orang masih menganggap 8 cangkir per hari berada dalam batas aman menurut WebMD.

Untuk manfaat kesehatan hati jangka panjang, Diana Cusa lebih menyarankan dua hingga lima cangkir teh hijau seduh per hari. Ia menegaskan bahwa sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tidak otomatis memberi manfaat yang lebih besar bagi tubuh.

Dalam praktiknya, teh hijau bisa menjadi bagian dari kebiasaan harian yang mendukung hati jika dibarengi pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari konsumsi alkohol. Dengan kebiasaan yang konsisten, manfaatnya lebih mungkin terasa tanpa membuat tubuh menerima beban tambahan dari konsumsi yang berlebihan.

Berita Terkait