Pagi tidak selalu harus diawali dengan kopi, terutama saat tubuh membutuhkan pilihan yang lebih ringan, lebih nyaman di perut, atau lebih kaya nutrisi. Ada sejumlah minuman yang bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh, mulai dari membantu mual dan pencernaan hingga memberi energi sebelum aktivitas dimulai.
Bagi sebagian orang, minuman pagi juga menjadi cara untuk menunda kafein tinggi ketika tubuh belum siap menerimanya. Dalam situasi seperti itu, teh, air hangat, jus sayur, atau smoothie bisa menjadi opsi yang lebih sesuai tanpa mengubah kebiasaan memulai hari dengan minuman hangat atau menyegarkan.
Pilihan yang menenangkan perut
Teh mint termasuk minuman yang sederhana sekaligus sering dipilih saat pagi hari. Minuman ini dibuat dari daun spearmint atau peppermint yang diseduh dengan air panas, lalu memberi efek pendinginan pada indra dan bebas kafein.
Teh ini kerap dimanfaatkan untuk membantu meredakan kembung, gangguan pencernaan, dan mual. Studi laboratorium juga menemukan peppermint memiliki sifat anti-mikroba dan anti-virus yang dapat membantu mencegah kuman berbahaya.
Selain mint, teh jahe juga banyak dipilih saat ingin minuman yang terasa hangat dan mudah dibuat di rumah. Beberapa sendok makan jahe segar yang diparut halus cukup dimasukkan ke dalam secangkir air mendidih, lalu didiamkan selama lima menit.
Minuman ini dikenal dapat membantu meredakan mual, sehingga cocok diminum pada pagi hari ketika perut belum sepenuhnya nyaman. Karena cara membuatnya sederhana, teh jahe menjadi salah satu opsi praktis sebelum memulai aktivitas.
Alternatif hangat dengan sedikit kafein
Jika tetap ingin minuman hangat tetapi tidak ingin langsung memilih kopi, teh chai bisa menjadi pilihan. Satu cangkir chai yang disiapkan dengan susu mengandung sekitar 21 miligram kafein, jauh lebih rendah dibandingkan satu cangkir kopi hitam yang mengandung 90 mg.
Chai dibuat dari teh hitam yang dipadukan dengan rempah seperti kayu manis, kapulaga, jahe, cengkeh, dan lada hitam. Kombinasi ini disebut memberi manfaat tambahan, termasuk dukungan untuk kesehatan kekebalan tubuh dan jantung, pengurangan peradangan, serta peningkatan pencernaan.
Bagi yang ingin memulai hari dengan sesuatu yang ringan tetapi tetap hangat, chai menawarkan keseimbangan antara rasa, rempah, dan jumlah kafein yang lebih kecil. Karena itu, minuman ini bisa menjadi jalan tengah bagi orang yang belum ingin beralih ke kopi penuh.
Minuman yang membantu membangunkan sistem pencernaan
Air lemon hangat juga sering dipilih pada pagi hari karena dinilai membantu membangunkan sistem pencernaan. Saat lemon ditambahkan ke air hangat, minuman ini dapat merangsang air liur dan sekresi lambung yang berperan dalam memecah makanan.
Efek tersebut membuat air lemon hangat cocok diminum sebelum makan pertama. Minuman ini juga menjadi opsi bagi orang yang tidak ingin langsung mengonsumsi kopi setelah bangun tidur.
Opsi untuk energi dan nutrisi lebih lengkap
Jus sayur hijau bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memulai hari dengan asupan lebih bernutrisi. Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale mengandung nutrisi yang dapat membantu meningkatkan energi.
Sayuran hijau juga merupakan sumber zat besi yang baik. Zat besi membantu mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh dan melawan kelelahan, sehingga minuman ini relevan untuk pagi hari yang membutuhkan dorongan awal.
Jika ingin sesuatu yang lebih mengenyangkan, smoothie menawarkan pilihan yang lebih lengkap. Minuman ini bisa dibuat dari buah-buahan dan kacang-kacangan, lalu dinilai dapat berfungsi sebagai sarapan karena memadukan manfaat susu, buah, dan kacang yang sama-sama sehat.
Smoothie juga bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk penurunan berat badan yang sehat. Saat sedang berolahraga, bubuk protein dapat ditambahkan untuk meningkatkan asupan protein tanpa mengubah jenis minumannya secara drastis.
Source: www.beautynesia.id






