Tekanan Angin Ban Tak Sesuai, BBM Bisa Lebih Boros Saat Perjalanan Jauh

Banyak pengemudi mengira mobil terasa lebih boros saat perjalanan jauh hanya karena rute panjang atau lalu lintas yang padat. Padahal, tekanan angin ban yang tidak sesuai standar sering menjadi penyebab yang luput diperhatikan dan langsung memengaruhi efisiensi bahan bakar.

Saat ban kekurangan tekanan, bidang ban yang menempel ke aspal menjadi lebih lebar. Kondisi ini membuat hambatan gulir meningkat, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menjaga laju mobil tetap stabil.

Akibatnya, konsumsi bahan bakar dapat naik perlahan tanpa langsung terasa oleh pengemudi. Situasi ini kerap muncul pada perjalanan antarkota, terutama ketika mobil melewati jalur panjang atau lalu lintas yang padat.

Tekanan ban yang pas membantu kerja mobil lebih ringan

Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan penting karena tidak semua tekanan tinggi berarti lebih baik. Jika tekanan terlalu rendah, mobil memang terasa lebih berat saat melaju, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi juga membawa risiko lain.

Ban yang terlalu keras dapat mengurangi cengkeraman ke permukaan jalan. Selain itu, mobil bisa terasa lebih kaku ketika melewati jalan bergelombang, dan keausan pada bagian tengah telapak ban juga dapat berlangsung lebih cepat.

Karena itu, tekanan udara sebaiknya disesuaikan dengan angka yang dianjurkan pabrikan, bukan sekadar ditambah sampai terasa keras saat disentuh. Acuan tekanan biasanya tersedia di pilar pintu kendaraan atau di buku manual.

Waktu pemeriksaan juga berpengaruh

Pengecekan tekanan ban paling baik dilakukan sebelum mobil dipakai menempuh perjalanan, ketika kondisi ban masih dingin. Setelah mobil bergerak, suhu ban akan naik dan hasil pengukuran bisa berubah.

Di sejumlah kota besar, alat ukur tekanan digital portabel juga mulai banyak digunakan karena praktis dan dapat dipakai sendiri di rumah atau area parkir. Pemeriksaan singkat ini memang terlihat sederhana, tetapi manfaatnya besar untuk perjalanan jarak jauh.

Selain membantu menekan konsumsi BBM, tekanan ban yang tepat juga mendukung umur pakai ban yang lebih panjang. Kebiasaan ini menjadi salah satu langkah paling mudah sebelum mobil dibawa bepergian jauh.

Beban mobil ikut menentukan konsumsi bahan bakar

Efisiensi BBM saat perjalanan jauh tidak hanya dipengaruhi tekanan ban. Barang bawaan di bagasi juga ikut memberi beban tambahan pada mobil selama perjalanan.

Semakin banyak barang yang tidak diperlukan, semakin besar tenaga yang harus dikeluarkan mesin. Dalam kondisi seperti itu, konsumsi bahan bakar ikut meningkat, terutama saat mobil dipakai di jalur tol atau rute menanjak.

Karena itu, pengemudi disarankan membawa barang seperlunya saja. Langkah sederhana ini membantu mobil bekerja lebih ringan dan tetap efisien selama perjalanan panjang.

Manfaatnya tidak berhenti di penghematan BBM

Kondisi ban yang sesuai standar juga berkaitan dengan keamanan berkendara. Tekanan yang tepat membantu mobil tetap stabil saat bermanuver atau mengerem mendadak, termasuk di jalan basah.

Distribusi tekanan udara yang merata di dalam ban membuat ban bekerja sebagaimana mestinya. Di sisi lain, risiko ban pecah akibat panas berlebih juga dapat ditekan ketika tekanan dijaga sesuai standar.

Karena itu, pengecekan ban sebaiknya tidak dianggap sekadar rutinitas teknis. Langkah kecil ini ikut menentukan kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan saat mobil digunakan untuk menempuh perjalanan jauh.

Menjelang perjalanan antarkota, pemeriksaan tekanan ban, pengurangan beban yang tidak perlu, dan kebiasaan menjaga putaran mesin tetap stabil bisa membantu mobil tetap hemat bahan bakar. Tiga hal ini juga membuat kondisi ban lebih aman dipakai di berbagai jenis jalan.

Berita Terkait