Tekanan Biaya Memori Bisa Paksa Apple Naikkan Harga iPhone Lebih Cepat

Apple disebut menghadapi tekanan biaya yang makin berat akibat lonjakan harga memori LPDDR5X. Jika tren ini berlanjut, penyesuaian harga iPhone, iPad, dan produk lain bisa terjadi lebih cepat dari siklus peluncuran biasa.

Isu tersebut menguat setelah Tim Cook mengakui bahwa biaya memori dan penyimpanan telah menjadi tantangan serius bagi perusahaan. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia juga menegaskan bahwa Apple berupaya menahan beban kenaikan agar tidak sepenuhnya dibebankan ke pelanggan.

Kenaikan memori yang sulit diabaikan

Menurut pembocor Ice Universe di X, tekanan terbesar saat ini datang dari harga memori LPDDR5X. Ia mengutip data SigmaIntell, firma riset pasar yang berbasis di China, untuk menunjukkan seberapa cepat biaya komponen ini naik.

Data tersebut menyebut paket memori LPDDR5X 12GB naik dari $77.1 pada kuartal pertama menjadi proyeksi $145.9 pada kuartal kedua. Lonjakan $68.8 itu setara hampir 89 persen hanya dalam satu kuartal.

Angka tersebut memberi gambaran mengapa Apple disebut-sebut bisa menyesuaikan harga lebih awal. Saat komponen inti melonjak sedrastis itu, ruang perusahaan untuk mempertahankan harga lama menjadi semakin sempit.

Ice Universe menilai banyak perhatian selama ini terlalu tertuju pada chip canggih. Padahal, menurut dia, memori justru menjadi faktor yang paling menekan ongkos produksi saat ini.

Tim Cook memberi sinyal tekanan belum mereda

Pengakuan Tim Cook memperkuat spekulasi bahwa masalah ini bukan sekadar rumor pasar. Ia mengakui biaya memori dan penyimpanan terus naik, dan situasi tersebut membuat Apple berada dalam posisi yang semakin sulit.

Dalam pernyataan yang dikutip The Wall Street Journal, Cook mengatakan bahwa kenaikan harga tidak bisa dihindari. Apple, menurut dia, sudah berusaha meredam lonjakan besar dan melindungi pelanggan, tetapi tekanan biaya kini tidak lagi mudah diserap.

Pernyataan itu penting karena Apple jarang memberi sinyal terbuka soal arah harga produknya. Meski Cook tidak menjelaskan kapan penyesuaian akan dilakukan, pengakuan tersebut menunjukkan persoalan biaya sudah masuk tahap yang serius.

September tidak lagi dianggap aman

Selama ini, perubahan harga perangkat Apple kerap dikaitkan dengan jadwal peluncuran musim gugur. Namun, rumor terbaru justru menyebut penyesuaian bisa terjadi tanpa menunggu acara September yang biasanya menjadi panggung iPhone baru.

Logikanya sederhana, tekanan biaya terjadi sekarang. Jika ongkos produksi terus naik dari kuartal ke kuartal, menunggu terlalu lama hanya akan menambah beban yang harus ditanggung perusahaan.

Karena itu, iPhone bukan satu-satunya perangkat yang berpotensi terdampak. Cook disebut juga memperingatkan bahwa kenaikan biaya komponen bisa memaksa Apple meninjau harga untuk seluruh portofolio produknya, termasuk iPad.

Pasokan memori ikut mempersempit ruang gerak

Masalahnya tidak berhenti pada harga komponen yang melonjak. Cook juga menyoroti kekhawatiran soal pasokan memori karena para produsen kini makin memprioritaskan high-bandwidth memory atau HBM untuk server AI.

Pergeseran prioritas itu dapat membuat pasokan memori lain yang dibutuhkan perangkat konsumen menjadi lebih ketat. Saat permintaan tetap tinggi dan ketersediaan menyusut, harga biasanya ikut terdorong naik.

Gabungan antara lonjakan harga, tekanan pasokan, dan pengakuan langsung dari pimpinan Apple membuat isu ini terasa lebih nyata. Bagi konsumen, pertanyaan utamanya kini bukan hanya kapan produk baru hadir, tetapi juga apakah harga perangkat Apple akan berubah lebih cepat dari pola biasanya.

Selama Apple belum memberi kepastian resmi soal waktu dan besaran penyesuaian, pasar kemungkinan akan terus memantau pergerakan harga memori sebagai petunjuk paling dekat terhadap arah harga iPhone dan iPad berikutnya.

Source: www.gadgets360.com

Berita Terkait