Tekanan harga ponsel dari biaya komponen kini makin terasa, dan Xiaomi menilai kondisi ini belum akan cepat membaik. Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, bahkan menyebut harga ponsel flagship premium dari vendor China berpotensi menembus 10.000 yuan pada akhir tahun ini.
Sinyal itu menunjukkan bahwa kenaikan biaya tidak hanya mengincar segmen menengah, tetapi juga kelas atas yang selama ini dianggap lebih aman dari lonjakan harga. Di tengah situasi tersebut, produsen smartphone disebut makin sulit menjaga harga jual tetap stabil tanpa mengorbankan margin atau spesifikasi.
Komponen utama jadi sumber tekanan
Pendorong utama kenaikan ini datang dari chip memori RAM dan media penyimpanan. Dua komponen tersebut disebut terus naik harganya di seluruh industri, lalu langsung menekan ongkos produksi berbagai perangkat elektronik, termasuk smartphone.
Lei Jun menilai dampaknya semakin jelas karena harga komponen sulit benar-benar kembali tenang dalam waktu dekat. Jika biaya bahan utama terus merangkak naik, produsen juga akan semakin berat menahan harga jual agar tidak ikut terdorong naik di pasar.
Xiaomi sendiri masih mencoba meredam efeknya dengan efisiensi rantai pasok dan optimalisasi teknologi internal. Perusahaan juga disebut menanggung sebagian kenaikan biaya produksi, meski ruang untuk itu tetap terbatas bila tekanan dari hulu bertahan lama.
Peringatan yang sudah disampaikan sejak peluncuran Xiaomi 17 Max
Pesan soal kemungkinan naiknya harga HP itu disampaikan Lei Jun saat peluncuran Xiaomi 17 Max pada Kamis (21/5/2026). Ia menekankan bahwa tekanan pada harga komponen utama sudah semakin nyata dan berpotensi membuat harga ponsel makin mahal dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Lei Jun, harga chip memori diperkirakan masih akan naik setidaknya hingga dua tahun ke depan, atau sekitar sampai 2028. Artinya, tekanan biaya yang dihadapi industri bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan tren yang bisa berlangsung lebih panjang.
Xiaomi juga disebut termasuk merek ponsel yang sejak 2025 sudah terbuka memperingatkan kenaikan harga memori. Peringatan itu kembali ditekankan karena dampaknya mulai terlihat lebih jelas di pasar.
Dampaknya mulai muncul di pasar
Sinyal kenaikan harga tidak lagi berhenti di level peringatan internal industri. Di pasar China, sejumlah model HP dilaporkan sudah mengalami penyesuaian harga sejak Maret 2026.
Kenaikannya berada di kisaran 200 hingga 400 yuan, atau sekitar Rp 520.372 hingga Rp 1 jutaan, menurut himpunan KompasTekno dari Gizmochina. Pergerakan ini menunjukkan bahwa harga perangkat mulai berubah di level ritel, bukan hanya di tahap produksi.
Jika harga komponen belum juga membaik, ruang produsen untuk mempertahankan banderol lama akan makin sempit. Dalam kondisi seperti itu, konsumen kemungkinan akan lebih sering menemui penyesuaian harga di berbagai lini produk.
Pembeli yang rutin ganti HP diminta lebih cepat mengambil keputusan
Bagi konsumen, pesan Xiaomi terdengar cukup tegas. Mereka yang memang berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat, terutama pengguna yang biasa memperbarui perangkat setiap tahun, disarankan tidak terlalu lama menunda pembelian.
Lu Weibing juga menilai tren kenaikan chip memori belum akan reda dalam waktu dekat. Ia memperkirakan tekanan itu bisa terus berlanjut hingga 2028, sejalan dengan pandangan Lei Jun.
Situasi ini membuat produsen smartphone berada dalam posisi sulit. Mereka harus menjaga harga tetap kompetitif sambil menghadapi biaya dari pemasok hulu yang masih tinggi.
Tekanan tidak hanya di kelas menengah
Pandangan dari Xiaomi menunjukkan bahwa lonjakan biaya menyentuh semua lapisan pasar. Proyeksi harga flagship premium yang bisa menembus 10.000 yuan pada akhir tahun ini memperlihatkan bahwa kelas atas pun tidak kebal dari pengaruh mahalnya komponen.
Karena memori dan penyimpanan adalah bagian penting di hampir semua smartphone, tekanan biaya berpotensi menyebar ke banyak lini produk. Jika tren ini terus berjalan sampai 2028 seperti yang diperkirakan, menjaga harga HP agar tetap stabil akan menjadi tantangan besar bagi produsen di berbagai segmen.
