Folarin Balogun mengungkap bahwa Timnas Amerika Serikat sempat terganggu oleh tekanan dari luar lapangan saat menjalani Piala Dunia 2026. Gangguan itu muncul setelah kartu merahnya dibatalkan FIFA dan ikut memicu polemik yang meluas hingga menyentuh ranah politik.
Striker AS Monaco tersebut menilai situasi itu membuat skuad AS sulit menjaga fokus menjelang laga melawan Belgia. Kondisi tersebut datang pada momen yang tidak ideal, karena tim akhirnya harus menghadapi pertandingan babak 16 besar dalam suasana yang sudah dipenuhi sorotan publik.
Kontroversi yang Membesar di Luar Lapangan
Insiden bermula ketika Balogun diusir pada laga babak 32 besar kontra Bosnia-Herzegovina. Namun, komite disiplin FIFA kemudian membatalkan kartu merah itu dan keputusan tersebut langsung menimbulkan perdebatan luas.
Fokus terhadap perkara ini makin melebar setelah kelompok hak asasi manusia FairSquare mengajukan pengaduan ke IOC. Mereka menuduh Presiden FIFA Gianni Infantino melanggar aturan netralitas politik.
Di tengah situasi itu, muncul pula laporan bahwa Donald Trump mengakui telah turun tangan secara pribadi untuk mencoba memastikan striker tuan rumah tersebut bisa tampil di babak gugur. Rangkaian peristiwa tersebut membuat isu yang semula bersifat disipliner berubah menjadi tekanan yang jauh lebih besar bagi tim.
Balogun Menilai Kartu Merah Itu Tidak Semestinya Diberikan
Kepada Goal English, Balogun mengatakan reaksi awalnya adalah senang bisa kembali ke tim, tetapi ia segera menyadari bahwa keputusan tersebut akan memicu banyak kontroversi. Ia juga melihat adanya kegugupan di ruang ganti karena situasi yang tidak biasa itu.
“Reaksi awal saya adalah saya senang bisa kembali ke tim, tetapi ketika saya mulai merenung, saya tahu itu akan menimbulkan banyak kontroversi,” kata Balogun dikutip dari Goal English, Rabu (15/7/2026).
Balogun menegaskan bahwa tekelnya terhadap Tarik Muharemovic tidak disengaja. Karena itu, ia menilai kartu merah tersebut seharusnya tidak diberikan dan mengaku terkejut dengan keputusan wasit.
“Saya terkejut. Itu bahkan bukan tekel. Saya benar-benar terkejut, saya rasa Anda bisa melihat reaksi saya, tetapi saya hanya harus menerima keputusan itu dan mencoba untuk berada di sana untuk tim saya,” tegasnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa kejadian yang tidak disengaja semestinya tidak berujung kartu merah. Menurutnya, situasi itu justru menambah tekanan pada tim lebih besar daripada yang seharusnya.
“Ketika sesuatu tidak disengaja, seharusnya tidak pernah ada kartu merah, jadi itu hanya situasi yang tidak menguntungkan, dan saya pikir itu memberi tekanan lebih pada kami daripada yang seharusnya.”
Dukungan Ruang Ganti Tidak Berujung Hasil yang Diinginkan
Meski berada dalam situasi yang tidak nyaman, Balogun menyebut dukungan dari rekan setimnya memberi dampak besar. Ia merasa dukungan itu memberinya kepercayaan diri untuk tetap membantu tim di tengah kegaduhan yang berkembang.
“Itu bukan sesuatu yang bisa saya ubah. Itu hanya situasi yang tidak menguntungkan, yang memberi saya kepercayaan diri,” tutup Folarin Balogun.
Namun, dukungan internal itu tidak cukup mengubah hasil akhir. Amerika Serikat tetap tersingkir setelah kalah telak 4-1 dari Belgia, dalam laga yang ikut dibayangi perdebatan soal keputusan disiplin FIFA dan sorotan politik di luar lapangan.
| Peristiwa | Detail | Dampak ke Timnas AS |
|---|---|---|
| Kartu merah Balogun | Terjadi pada laga babak 32 besar melawan Bosnia-Herzegovina | Menjadi awal polemik |
| Keputusan FIFA | Kartu merah dibatalkan oleh komite disiplin FIFA | Memicu perdebatan dan sorotan luas |
| Pengaduan FairSquare | Ditujukan ke IOC dengan tuduhan pelanggaran netralitas politik | Menambah kegaduhan di luar lapangan |
| Tekanan menjelang Belgia | Tim berusaha fokus menghadapi laga 16 besar | Fokus skuad terganggu |
