Telkom menempatkan Corporate University bukan lagi sebagai penyelenggara kelas internal, melainkan mitra strategis untuk menyiapkan talenta dan menopang arah bisnis. Perubahan peran ini menekankan bahwa pembelajaran harus memiliki dampak terukur terhadap kapabilitas pekerja serta kinerja organisasi.
Pendekatan tersebut menjadi penting ketika teknologi digital dan AI mengubah kebutuhan kompetensi dengan cepat. Organisasi tidak cukup hanya memperbanyak program pelatihan jika proses belajar tidak terhubung dengan kesiapan tenaga kerja dan pengembangan karier.
Belajar Harus Terhubung dengan Strategi
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menyatakan organisasi memerlukan talenta yang lincah dalam menghadapi perubahan digital dan AI. Menurutnya, pembelajaran, pengelolaan talenta, dan pengembangan karier perlu berada dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Integrasi itu ditujukan untuk mempercepat pengembangan kemampuan yang dibutuhkan organisasi. Model tersebut juga diharapkan membuat talenta lebih siap menghadapi kebutuhan kompetensi baru yang muncul seiring perubahan bisnis.
Fokus Telkom bukan sekadar menghitung jumlah aktivitas belajar yang dijalankan karyawan. Perusahaan ingin memastikan proses pengembangan itu berkontribusi pada penguatan kemampuan individu dan pencapaian strategi bisnis.
Senior General Manager Telkom Corporate University, M. Subhan Iswahyudi, menilai posisi Corporate University semakin penting dalam transformasi organisasi. Ia menyebut lembaga pembelajaran internal perlu mengambil peran sebagai penghubung berbagai aspek pengembangan sumber daya manusia.
Pembelajaran Lebih Personal dengan AI
Salah satu pendekatan yang dibahas adalah Hyper-Personalized Learning, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan peran, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan tiap individu. Penyesuaian ini diharapkan membuat materi yang diterima lebih relevan bagi kebutuhan talenta.
Pemanfaatan AI dapat mendukung pengalaman belajar yang lebih personal dalam ekosistem tersebut. Pendekatan ini juga dipandang dapat membantu mempercepat proses peningkatan keterampilan maupun pembaruan keterampilan saat kebutuhan organisasi berubah.
Telkom membahas arah pengembangan itu melalui CorpU Association Insight yang berlangsung di Telkom Corporate University, Bandung, pada Kamis (9/7). Forum tersebut mengusung tema mengenai peralihan dari pembelajaran menuju dampak melalui ekosistem talenta terintegrasi dan pembelajaran yang sangat personal.
Agenda ini mempertemukan praktisi sumber daya manusia, pemimpin Corporate University, serta pengelola pengembangan talenta dari berbagai organisasi. Mereka bertukar pandangan mengenai praktik dan inovasi untuk membangun sistem pengembangan talenta yang lebih adaptif.
Kolaborasi antarpraktisi diharapkan memperkuat penerapan pendekatan yang tidak berhenti pada penyampaian materi pelatihan. Pengukuran dampak menjadi unsur penting agar investasi pengembangan SDM dapat dikaitkan dengan kebutuhan organisasi.
Melalui penguatan ekosistem pembelajaran terpadu, Telkom melanjutkan upaya pengembangan kapabilitas sumber daya manusia. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Source: www.viva.co.id






