Telo MT1 menonjol bukan terutama karena ukurannya yang kecil, melainkan karena kemampuan pengisian dayanya yang jarang ditemui di kelasnya. Pickup listrik ini disebut mampu mengisi daya hingga 400 kilowatt, angka yang termasuk tinggi untuk pasar kendaraan listrik Amerika Serikat.
Yang membuatnya lebih menarik, Telo tidak sekadar mengejar daya puncak sesaat. Forrest North, CTO Telo, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan pengisian yang “sustained” agar waktu isi ulang benar-benar bisa dipangkas.
Arsitektur 800 volt untuk mengejar waktu isi ulang lebih singkat
Untuk mendukung kecepatan itu, MT1 dibangun dengan baterai 800 volt. Arsitektur ini membantu menekan kebutuhan arus untuk mencapai daya pengisian yang sama dibanding kendaraan listrik 400 volt.
Telo juga menyiapkan solusi agar MT1 tetap cocok digunakan di pengisi daya 400 volt yang jumlahnya jauh lebih banyak. Melalui desain split-pack, baterai MT1 bisa bekerja sebagai dua paket 400 volt yang paralel, atau sebagai satu paket 800 volt saat kedua bagian disambungkan seri.
Menurut North, pendekatan ini dipilih karena banyak kendaraan listrik 800 volt justru menghadapi kompromi saat digunakan pada charger 400 volt. Bagi Telo, masalah itu terlalu besar untuk diabaikan, terutama karena infrastruktur 400 volt masih mendominasi.
Ukuran ringkas, tetapi tetap membawa fungsi sebuah pickup
Dari sisi dimensi, MT1 memang dirancang untuk kebutuhan urban. Panjangnya 152 inci, membawa lima kursi, dan memiliki bak sepanjang 60 inci.
Telo juga menyebut jarak tempuh MT1 berada di kisaran 260 mil hingga 350 mil, bergantung pada konfigurasi serta pilihan motor tunggal atau motor ganda. Harga model dasarnya dipatok di $41.520.
Karakter itu memperjelas posisi MT1 sebagai kendaraan kota, bukan pickup besar untuk pasar massal. Telo tampaknya membidik pembeli urban yang membutuhkan kendaraan praktis, tetapi tetap ingin kemampuan angkut yang berguna.
Produksi masih menjadi tantangan terbesar
Di sisi bisnis, Telo masih harus membuktikan rencana produksinya. Perusahaan menargetkan sekitar 5.000 unit per tahun melalui contract manufacturer, sebuah skala yang menunjukkan fokus pada segmen niche.
Telo juga mengatakan telah mengumpulkan sekitar $30 juta, jumlah yang jauh di bawah dana yang biasa dihimpun banyak startup EV lain sebelum memulai produksi. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan telah memilih mitra untuk body-in-white, yakni struktur dasar kendaraan tempat semua komponen dipasang.
Produksi MT1 direncanakan dimulai pada akhir tahun ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, Telo akan memasuki fase yang jauh lebih serius dengan kombinasi pengisian 400 kW, baterai 800 volt, dan kompatibilitas terhadap charger 400 volt.
Di pasar EV Amerika Serikat, kecepatan seperti itu masih tergolong langka. Kapabilitas serupa biasanya baru muncul pada SUV listrik kelas atas seperti BMW iX3, Volvo EX60, dan Lucid Gravity, sementara Tesla Model Y disebut mentok di 250 kW.
