Telur yang tampak baik dari luar belum tentu aman dimakan jika penyimpanannya keliru. Suhu yang tidak stabil, wadah yang kurang tepat, dan kebiasaan membiarkan telur terlalu lama di suhu ruang bisa mempercepat penurunan mutu sekaligus membuka peluang bakteri berkembang.
Karena itu, cara menaruh telur di dapur atau kulkas tidak bisa dianggap sepele. Perlakuan untuk telur mentah dan telur rebus juga berbeda, sehingga penyimpanan yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi telur masing-masing.
Mengapa telur cepat menurun mutunya
Salah satu ancaman utama pada telur adalah bakteri, terutama Salmonella, yang dikenal dapat menyebabkan keracunan makanan. Cangkang telur sebenarnya memiliki lapisan pelindung alami yang membantu mencegah bakteri masuk ke bagian dalam telur.
Risiko menjadi lebih besar saat lapisan pelindung itu hilang, misalnya karena telur dicuci atau direbus. Seiring waktu, air dan udara juga keluar melalui pori-pori cangkang, sehingga kualitas telur perlahan turun.
Perubahan itu membuat kantung udara di dalam telur membesar. Akibatnya, putih telur menjadi lebih encer, sementara kuning telur kehilangan kekentalan dan elastisitasnya.
Suhu dingin jadi kunci penyimpanan
Menjaga telur tetap dingin sangat penting untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. Penyimpanan di bawah 4 derajat celsius membantu mempertahankan mutu telur lebih lama.
Telur sebaiknya diletakkan di bagian dalam lemari es, bukan di pintu. Area pintu lebih sering mengalami perubahan suhu karena terus dibuka dan ditutup, sehingga kondisi telur jadi kurang stabil.
Wadah tertutup atau karton asli juga lebih baik digunakan. Cara ini membantu menjaga telur dari bau makanan lain dan mengurangi risiko kontaminasi.
Telur rebus butuh perlakuan berbeda
Untuk telur rebus, simpanlah bersama cangkangnya sampai akan dimakan. Langkah ini membantu menjaga kelembapan sekaligus menekan risiko kontaminasi.
Jika telur rebus sudah dikupas, letakkan dalam wadah kedap udara. Tisu dapur yang sedikit lembap juga bisa digunakan agar permukaan telur tidak cepat kering.
Telur rebus, baik yang masih bercangkang maupun yang sudah dikupas, umumnya dapat disimpan di lemari es hingga satu minggu. Namun, telur rebus harus sudah masuk kulkas maksimal dua jam setelah direbus agar tidak memberi kesempatan bakteri berkembang.
Pembekuan tidak dianjurkan untuk telur rebus. Proses itu dapat merusak tekstur dan membuat telur kurang enak saat dikonsumsi.
Tanda telur sudah tidak layak dimakan
Cara paling mudah untuk mengecek telur busuk adalah dengan mencium baunya. Telur yang rusak biasanya mengeluarkan aroma belerang yang menyengat.
Cangkang juga perlu diperiksa dengan teliti. Jika cangkang retak, berlendir, atau berjamur, telur sebaiknya tidak digunakan.
Pada telur rebus, cangkang yang terasa licin atau tampak memiliki warna tidak normal juga bisa menjadi tanda masalah. Bila kondisi seperti ini muncul, lebih aman untuk tidak memakannya.
Cara sederhana mengecek kesegaran
Uji air sering dipakai untuk melihat apakah telur masih segar. Telur yang segar akan tenggelam dan berada dalam posisi horizontal di dasar wadah.
Jika telur berdiri tegak atau sedikit miring, artinya telur sudah tidak terlalu segar, tetapi masih mungkin dikonsumsi. Sementara itu, telur yang mengapung sebaiknya dibuang karena sudah tidak layak makan.
Perubahan warna kuning telur menjadi hijau keabu-abuan juga kerap membuat orang khawatir. Kondisi itu biasanya muncul karena telur direbus terlalu lama, bukan karena telur busuk.
Saat telur akan dimasak atau disantap
Meski tampak normal dari luar, telur tetap bisa membawa bakteri jika tidak dimasak dengan benar. Karena itu, telur perlu dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Langkah ini terutama penting untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Tanggal kedaluwarsa juga tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan, karena kondisi fisik telur tetap perlu diperiksa sebelum digunakan.
Dengan penyimpanan yang tepat, telur bisa tetap aman dan lebih tahan lama di dapur. Kuncinya ada pada suhu dingin, wadah yang sesuai, serta kebiasaan memeriksa kondisi telur sebelum dimasak atau disantap.
Source: www.beritasatu.com






