Tengkorak Anak Di Israel Ungkap Pertemuan Homo Sapiens Dan Neanderthal Jauh Lebih Awal

Author: Redaksi Android62

Sebuah tengkorak anak berusia lima tahun yang ditemukan di Gua Skhul, Gunung Carmel, Israel, kini dipandang sebagai petunjuk paling awal tentang percampuran Homo sapiens dan Neanderthal. Fosil yang sudah ditemukan 90 tahun lalu itu menunjukkan gabungan ciri dua spesies manusia purba yang selama ini dikenal terpisah.

Temuan ini menarik perhatian karena usianya diperkirakan mencapai 140.000 tahun. Jika perkiraan itu tepat, fosil tersebut jauh lebih tua daripada bukti genetika yang selama ini dijadikan dasar untuk membaca riwayat perjumpaan kedua kelompok itu.

Ciri dua spesies dalam satu tengkorak

Tim dari Universitas Tel Aviv bersama National Centre for Scientific Research asal Perancis meneliti ulang fosil tersebut dengan pendekatan terbaru. Hasilnya, bentuk tengkorak anak itu tidak cocok hanya dengan satu spesies, melainkan memperlihatkan perpaduan ciri Homo sapiens dan Neanderthal.

Bagian tengkoraknya tampak bulat seperti manusia modern. Namun rahang dan struktur telinganya menyerupai Neanderthal, sehingga para peneliti menyimpulkan fosil itu kemungkinan merupakan keturunan dari orang tua yang berasal dari dua spesies berbeda.

Israel Hershkovitz dari Universitas Tel Aviv menilai fosil itu sebagai bukti paling awal perkawinan antara Neanderthal dan Homo sapiens. Ia juga mengaitkan temuan ini dengan studi genetika dalam satu dekade terakhir yang sudah menunjukkan adanya pertukaran gen antarkedua kelompok.

Jejak gen yang ternyata jauh lebih tua

Selama ini, pertukaran gen yang sudah diketahui dalam DNA manusia modern umumnya ditempatkan pada rentang 60.000 hingga 40.000 tahun silam. Bahkan, para peneliti menyebut 2 hingga 6 persen genom manusia modern masih berasal dari Neanderthal.

Namun, fosil dari Gua Skhul memberi gambaran yang lebih tua dari itu. Temuan ini membuat para peneliti menilai bahwa percampuran Homo sapiens dan Neanderthal telah terjadi jauh sebelum jejak Neanderthal terlihat dalam DNA Homo sapiens pada 50 ribu tahun terakhir.

Arti penting bagi sejarah migrasi

Studi ini juga memperkuat dugaan bahwa migrasi nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika berlangsung lebih awal dari perkiraan. Para peneliti menilai perpindahan itu tidak terjadi sekali besar, melainkan berulang dalam ratusan tahun.

Dengan begitu, sejarah manusia modern tidak lagi tampak sebagai alur yang lurus dan sederhana. Sebaliknya, wilayah Timur Tengah muncul sebagai ruang pertemuan berulang yang meninggalkan jejak campuran pada fosil dan genetika.

Lebih tua daripada temuan serupa sebelumnya

Sebelum fosil dari Israel ini, penemuan anak hasil kawin campur dua spesies pernah dicatat di Portugal pada 1998. Fosil yang dikenal sebagai anak lembah Lapedo itu diperkirakan berusia 28 ribu tahun.

Perbandingan usia itu membuat fosil dari Gua Skhul berada jauh di depan sebagai temuan yang lebih tua sekitar 100 ribu tahun. Dari sisi kronologi, selisih ini ikut menggeser cara pandang terhadap kapan perjumpaan Homo sapiens dan Neanderthal mulai meninggalkan keturunan.

Neanderthal yang ternyata sudah lama hadir di kawasan itu

Neanderthal dikenal sebagai spesies homonin yang berevolusi di Eropa. Para peneliti sebelumnya memperkirakan kelompok ini baru berpindah ke wilayah yang kini disebut Israel sekitar 70 ribu tahun lalu.

Akan tetapi, Hershkovitz dan timnya menemukan bahwa Neanderthal sudah hidup jauh lebih lama, yakni 400 ribu tahun lalu. Temuan itu menambah lapisan baru dalam pemahaman tentang persebaran mereka di kawasan tersebut.

Jejak lain juga muncul di situs arkeologi Israel bernama Nesher Ramla. Di sana, Homo sapiens dan Neanderthal diketahui pernah bertemu 200 ribu tahun lalu dan berkembang biak bersama spesies lainnya, sehingga kawasan ini semakin penting dalam membaca sejarah manusia purba di Timur Tengah.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru