Gurita punya cara kerja tubuh yang jarang ditemukan pada hewan laut lain. Tentakelnya tidak hanya berfungsi sebagai alat gerak dan penangkap mangsa, tetapi juga bisa merespons rangsangan, memproses informasi, bahkan tetap aktif meski sudah terlepas dari tubuh utama.
Sistem kendali yang tersebar
Kekuatan utama gurita ada pada pembagian kendali di tubuhnya. Dari sekitar 500 juta neuron yang dimilikinya, kurang lebih dua pertiga berada di tentakel, sehingga bagian itu dapat bekerja hampir seperti pusat kendali tersendiri.
Susunan ini membuat setiap tentakel bisa bergerak dan mengambil keputusan sederhana tanpa harus selalu menunggu perintah langsung dari otak utama. Itulah sebabnya gurita mampu meraih benda, menangkap mangsa, atau menghindari cahaya dengan gerakan yang tampak sangat mandiri.
Bisa mengenali lingkungan lewat sentuhan
Tentakel gurita juga jauh lebih sensitif daripada yang terlihat. Alat pengisap di permukaannya berperan sebagai sensor yang membantu gurita mencium dan merasakan lingkungan sekitarnya.
Di dalam setiap alat pengisap terdapat ribuan reseptor sensorik yang mampu mendeteksi bahan kimia di air atau pada permukaan benda yang disentuh. Berkat kemampuan itu, gurita dapat menilai apakah sesuatu layak dimakan hanya dari sentuhan.
Masih aktif walau sudah terlepas
Keunikan gurita tidak berhenti pada kemampuan merasakan lingkungan. Tentakel yang sudah terlepas pun masih bisa bergerak untuk sementara waktu karena sistem saraf di dalamnya tetap aktif.
Selama masih memiliki energi, tentakel itu masih dapat merespons rangsangan dan bahkan mencoba menangkap mangsa. Setelah itu, gerakannya akan melemah dan akhirnya berhenti.
Dapat tumbuh kembali setelah rusak
Jika tentakel gurita terluka atau putus saat menghadapi predator, bagian itu tidak hilang selamanya. Gurita bisa menumbuhkan kembali tentakel tersebut secara bertahap, meski prosesnya memerlukan waktu hingga berbulan-bulan.
Selama pemulihan, sel-sel khusus membentuk ulang jaringan saraf, otot, dan alat pengisap hingga fungsinya kembali seperti semula. Kemampuan regenerasi ini memberi gurita keuntungan besar ketika harus menyelamatkan diri dengan mengorbankan sebagian tubuhnya.
Kombinasi kendali mandiri, kemampuan merasakan lingkungan, gerakan yang masih aktif setelah terlepas, dan daya tumbuh kembali membuat tentakel gurita menjadi bagian tubuh yang luar biasa kompleks. Di laut yang penuh ancaman, kemampuan seperti itu membantu gurita bertahan sekaligus menjadi predator yang sangat efisien.
Source: www.idntimes.com