Tepe Hampir Kumat Epilepsi saat Adegan Termahal Harusnya Horor, Reza Arap Panik

Author: Redaksi Android62

Teguh Prakoso atau Tepe hampir mengalami kambuh epilepsi saat menjalani adegan berbiaya produksi paling mahal dalam film Harusnya Horor. Kondisinya sampai membuat Reza “Arap” Oktovian, selaku sutradara, panik di lokasi syuting.

Tepe mengaku tubuhnya gemetar ketika menyelesaikan adegan tersebut. Bagian itu menuntut tenaga besar dan berlangsung sepanjang hari, dari pagi hingga malam.

“Jujur sampai gemetar. Hampir kumat (epilepsi) karena adegan itu cukup berat. Memakan tenaga, sampai Arap panik,” ujar Tepe di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Adegan itu hanya menjadi satu bagian dari keseluruhan cerita, tetapi pengerjaannya memakan waktu sangat panjang. Tepe menyebut satu hari pengambilan gambar hanya dipakai untuk menyelesaikan satu adegan tersebut.

“Salah satu scene yang dari pagi sampai malam, cuma satu scene doang. Itu cukup susah memang scene-nya,” kata Tepe. Tantangan itu datang dari kebutuhan akting sekaligus skala visual yang ingin dicapai produksi.

Ambisi Visual untuk Satu Adegan

Menurut Tepe, Reza Arap memiliki keinginan kuat untuk membuat adegan tersebut tampil mewah secara produksi dan pengambilan gambar. Keinginan itu membuat prosesnya membutuhkan penanganan lebih besar dibanding bagian lain.

“Arap punya idealisme membuat scene itu cukup mewah aja secara produksi, secara shot, itu cukup mewah,” tutur Tepe. Pendekatan tersebut menjadikan adegan itu sebagai salah satu bagian paling menantang bagi dirinya.

Reza Arap tidak hanya duduk di kursi sutradara dalam Harusnya Horor. Ia juga menjadi salah satu pemain dalam film yang melibatkan Tepe dan anggota AAA Clan lainnya.

Reza menilai porsi cerita yang dipikul Tepe menjadi bagian inti film. Ia menyoroti beratnya shot, cerita, dan tuntutan akting yang harus dijalani Tepe.

“Kalau core cerita itu Tepe itu, scene-nya itu, shot-shot-nya, ceritanya itu Tepe tuh bener-bener berat banget. Aktingnya sangat-sangat bagus banget,” ujar Reza. Pujian itu diberikan setelah Tepe menuntaskan adegan yang menguras kondisi fisik dan emosionalnya.

Peran yang Dinilai Paling Sesuai

Ibot dan Niko Junius menilai Tepe merupakan pemain yang tepat untuk menjalani adegan penting tersebut. Menurut mereka, dampak emosionalnya tidak akan sama bila peran itu dimainkan orang lain.

“Menurut kita memang Tepe yang cocok memerankan scene tersebut. Kalau orang lain enggak seberkesan itu,” ujar Niko. Penilaian itu memperlihatkan pentingnya karakter Tepe dalam jalur utama cerita.

Film Harusnya Horor mengisahkan sekelompok kreator konten yang terjerat masalah keuangan. Menurut Medcom.id, mereka kemudian terpaksa bekerja sama dengan hantu wibu yang minder dan justru takut kepada manusia.

Premis tersebut memadukan unsur horor dan komedi melalui dinamika kelompok kreator konten tersebut. Reza Arap membintangi film ini bersama mendiang Lula Lahfah serta anggota AAA Clan lainnya.

Reza juga meyakini Tepe berpeluang memiliki rekam jejak panjang di industri perfilman Indonesia. Harusnya Horor dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 20 Agustus 2026.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru