Cahaya Terang pada Siang Hari Dikaitkan dengan Tidur Lebih Awal dan Dalam

Author: Redaksi Android62

Paparan cahaya yang lebih terang pada siang hari dikaitkan dengan waktu tidur dan bangun yang lebih awal, sekaligus tidur lebih dalam pada awal malam. Temuan ini menyoroti peran kebiasaan harian yang sederhana dalam menjaga ritme istirahat.

Studi yang dipimpin tim dari University of Manchester menemukan pola tersebut setelah melacak aktivitas 89 orang dewasa. Data dikumpulkan selama lebih dari 500 hari menggunakan sensor cahaya dan pelacak tidur.

Aspek Rincian
Peserta 89 orang dewasa
Durasi pengamatan Lebih dari 500 hari
Perangkat Sensor cahaya dan pelacak tidur
Pola yang ditemukan Cahaya siang lebih terang terkait tidur lebih awal dan lebih dalam pada awal malam

Peserta yang menerima cahaya siang lebih terang dan lebih konsisten cenderung menjalani pola istirahat yang dinilai lebih sehat. Mereka juga lebih sering memulai aktivitas harian pada waktu yang lebih awal.

Hasil tersebut tidak membuktikan bahwa cahaya siang secara langsung menyebabkan tidur menjadi lebih nyenyak. Peneliti mencatat sejumlah faktor lain, termasuk aktivitas fisik dan waktu makan, belum diperhitungkan dalam analisis.

Cahaya Membantu Mengatur Jam Tubuh

Hubungan ini selaras dengan fungsi cahaya dalam membantu mengatur Jam Biologis tubuh. Cahaya yang diterima mata memberi informasi kepada tubuh mengenai perbedaan antara waktu aktif dan waktu beristirahat.

Psikolog klinis dari Herbert Wertheim College of Medicine, Florida International University, Jennifer Martin, menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai dari sel tertentu pada retina. Sinyal dari mata kemudian diteruskan ke otak sebagai penanda bahwa hari sedang berlangsung.

“Cahaya memengaruhi tidur manusia melalui jalur tertentu yang dimulai dari mata,” ujar Martin kepada Fox News Digital, seperti dikutip lifestyle.kompas.com. Sinyal itu membantu tubuh mempertahankan kondisi terjaga dan aktif pada siang hari.

Rutinitas Pagi dan Malam Perlu Diatur Bersama

Martin menilai paparan sinar matahari pada awal hari dapat mendukung siklus tidur dan bangun yang lebih konsisten. Berjalan kaki sebentar di luar rumah atau berada di area dengan cahaya alami dapat menjadi pilihan untuk memperoleh Cahaya Siang.

“Paparan sinar matahari di awal hari sangat baik untuk tidur yang sehat,” kata Martin. Kebiasaan tersebut dapat membantu tubuh merasa mengantuk pada waktu yang relatif sama setiap malam.

Penambahan cahaya pada siang hari perlu diimbangi dengan kondisi yang lebih redup menjelang tidur. Mengurangi paparan cahaya terang dalam beberapa jam terakhir sebelum beristirahat dinilai membantu tubuh bersiap memasuki malam.

Waktu bangun yang konsisten juga menjadi bagian penting dari rutinitas tersebut. Perubahan jadwal bangun lebih dari sekitar satu jam dapat memunculkan sensasi seperti jet lag dan menyulitkan keteraturan tidur.

Orang dewasa tetap dianjurkan memperoleh setidaknya tujuh jam Tidur Sehat setiap malam. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur.

Berita Terbaru