Fitur yang paling mencuri perhatian dari earbud clip-on pertama Xiaomi justru datang dari sisi kecerdasan buatannya. Perangkat ini disebut akan mendukung penerjemahan real-time hingga 21 bahasa, sehingga dirancang tidak hanya sebagai aksesori audio, tetapi juga alat bantu komunikasi lintas bahasa untuk perjalanan, bisnis, maupun aktivitas harian.
Selain penerjemahan, Xiaomi juga menyiapkan fitur perekaman suara dan pembuatan ringkasan otomatis berbasis AI. Dengan kemampuan itu, pengguna dapat merekam percakapan atau rapat lalu memperoleh rangkuman secara instan, terutama saat dipakai bersama perangkat di dalam ekosistem Xiaomi.
Desain ringan untuk dipakai lama
Di luar fitur pintar, Xiaomi tampaknya tetap memberi porsi besar pada kenyamanan. Setiap sisi earbud ini hanya berbobot sekitar 5,5 gram, angka yang dibuat agar perangkat terasa ringan saat digunakan dalam durasi panjang.
Model open-ear yang dipilih juga membuat pengguna tetap bisa mendengar suara di sekitar tanpa menutup telinga sepenuhnya. Arah desain ini cocok untuk pemakaian harian, termasuk saat bekerja, berolahraga ringan, atau bepergian.
Untuk menjaga posisi tetap stabil, Xiaomi memakai struktur kawat titanium memori. Material ini tetap fleksibel, sehingga bisa menyesuaikan bentuk telinga pengguna dengan lebih baik.
Desain melengkung biomimetik turut dipakai untuk mendukung ergonomi. Kombinasi tersebut membuat perangkat ini lebih ditujukan sebagai earbud fungsional untuk penggunaan lama, bukan sekadar pelengkap gaya.
Tampilan modern dengan pilihan warna terbatas
Dari sisi visual, earbud clip-on ini hadir dengan finishing mengilap. Xiaomi juga memberi elemen transparan pada area keluaran suara untuk memperkuat kesan modern.
Aksen tekstur metalik di bagian luar membuat tampilannya terasa lebih futuristis. Saat ini, Xiaomi baru memperlihatkan dua opsi warna, yakni Satin Gold dan Pearl White.
Audio dan komunikasi tetap diperhatikan
Di bagian suara, Xiaomi membekali perangkat ini dengan driver 11mm dan diafragma berlapis logam. Konfigurasi itu ditujukan untuk menghasilkan audio yang lebih detail dan bertenaga.
Earbud ini juga mendukung codec LHDC 5.0 serta sertifikasi Hi-Res Audio. Dukungan tersebut memberi peluang kualitas audio nirkabel beresolusi tinggi pada perangkat yang kompatibel.
Untuk kebutuhan panggilan, Xiaomi menyematkan tiga mikrofon dan sensor VPU. Kombinasi ini membantu menangkap suara pengguna dengan lebih jelas saat berbicara.
Ada pula teknologi peredam bising berbasis AI untuk menjaga percakapan tetap terdengar jelas di lingkungan ramai. Satu lagi fitur penting adalah reverse sound wave, yang dirancang untuk mengurangi kebocoran suara agar audio tidak mudah terdengar oleh orang di sekitar.
Belum ada harga dan kapasitas baterai
Meski sejumlah detail sudah terungkap, Xiaomi belum mengumumkan kapasitas baterai maupun harga resmi perangkat ini. Earbud clip-on tersebut diperkirakan meluncur bersama beberapa produk baru Xiaomi lain, termasuk Xiaomi Smart Band 10 Pro dan Xiaomi 17 Max.
Langkah ini menunjukkan ambisi Xiaomi memperluas lini audio wearable dengan pendekatan yang lebih praktis. Perpaduan desain ringan, audio berkelas, dan fitur AI membuat perangkat ini berpotensi menarik perhatian pengguna yang mencari earbud ringkas namun serbaguna.
Source: www.gadgetdiva.id