Kacamata pintar Rokid hadir dengan pendekatan yang berbeda dari perangkat visual biasa. Sorotan utamanya bukan pada desain semata, melainkan pada kemampuan menerjemahkan percakapan secara langsung dan menampilkannya di lensa dalam 10 bahasa.
Fitur itu membuat perangkat ini menonjol di tengah kebutuhan komunikasi yang makin cepat. Percakapan lintas bahasa dapat berlangsung lebih praktis karena hasil terjemahan muncul langsung di depan mata pengguna tanpa harus terus melihat ponsel.
Rokid memakai panel mikro-OLED beresolusi tinggi sebagai layar utama. Di saat yang sama, bentuk bodinya tetap dibuat ramping dan ringan agar nyaman dipakai dalam waktu lama.
Cara kerjanya mengandalkan integrasi kecerdasan buatan. Kacamata ini menangkap suara lawan bicara, lalu mengubahnya menjadi teks terjemahan yang tampil seketika di lensa.
Bahasa yang didukung mencakup bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, serta sejumlah bahasa Eropa utama. Semua hasil terjemahan itu kemudian dikonversi ke bahasa Indonesia secara instan, sehingga pengguna bisa langsung memahami isi percakapan.
Keunggulan lain yang menjadi perhatian adalah latensinya yang sangat rendah. Dalam demonstrasi awal, proses penerjemahan berlangsung hampir bersamaan dengan saat kata-kata diucapkan.
Respons yang cepat ini membedakan Rokid dari aplikasi penerjemah di ponsel yang kerap terasa memiliki jeda. Bagi pengguna yang sering berbicara dengan lawan bicara asing, percakapan pun bisa terasa lebih natural.
Manfaat tersebut relevan untuk berbagai situasi, mulai dari rapat internasional hingga perjalanan wisata. Untuk profesional di Jakarta yang rutin berinteraksi dengan mitra luar negeri, fitur itu dapat memangkas hambatan komunikasi.
Lebih dari sekadar penerjemah
Rokid tidak berhenti pada fungsi bahasa. Perangkat ini juga membawa asisten suara cerdas dan navigasi berbasis Augmented Reality atau AR.
Petunjuk arah ditampilkan secara virtual di atas pemandangan yang sedang dilihat pengguna. Dengan begitu, informasi terasa hadir langsung di pandangan, bukan harus dicari lewat genggaman tangan.
Kombinasi fitur itu membuat Rokid diposisikan sebagai perangkat komputasi yang lebih personal. Produk ini berusaha menghadirkan bantuan digital tanpa mengganggu aktivitas utama pengguna.
Menuju pasar Indonesia
Di Indonesia, Rokid juga menyiapkan dukungan layanan purna jual. Perusahaan berencana menghadirkan pusat layanan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Peluncuran resmi perangkat ini diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga 2026. Momentum tersebut diperkirakan menarik perhatian pasar, terlebih Rokid mengklaim membawa harga yang kompetitif dibandingkan kompetitor global lainnya.
Dengan kombinasi terjemahan langsung, tampilan di lensa, dan fitur pendukung lain, Rokid menyasar kebutuhan yang dekat dengan aktivitas harian. Perangkat ini ingin menggabungkan gaya hidup, produktivitas, dan mobilitas dalam satu kacamata yang bisa dipakai sepanjang hari.







