Tesla masih sangat bergantung pada Model Y di China, dan data April menunjukkan ketimpangan itu makin lebar. SUV tersebut menyumbang 88,57% dari total penjualan ritel Tesla di pasar domestik, saat total penjualan perusahaan justru turun secara tahunan.
Model Y mencatat 22.990 unit penjualan ritel di China sepanjang April. Angka itu memang masih tumbuh 15,04% dibanding periode yang sama tahun lalu, tetapi merosot 42,28% dari Maret.
Di sisi lain, Model 3 tertinggal jauh dan tidak mampu mengejar laju Model Y. Sedan itu hanya membukukan 2.966 unit penjualan ritel pada April, turun 66,09% secara tahunan dan anjlok 81,78% dibanding bulan sebelumnya.
Kontribusi Model 3 ke total penjualan ritel Tesla di China pada bulan itu hanya 11,43%. Dalam empat bulan pertama tahun ini, pengiriman ritel Model 3 mencapai 33.806 unit, setara 24,36% dari total penjualan Tesla di China.
Sebaliknya, Model Y terus menjadi tulang punggung utama Tesla di negara tersebut. Sepanjang Januari hingga April, Model Y mengumpulkan 104.948 unit penjualan ritel di China dan naik 3,02% dari tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, Tesla mencatat 25.956 unit penjualan ritel di China pada April. Volume itu turun 9,66% secara tahunan, meski dua model utamanya masih menyumbang angka yang besar.
Perubahan di pasar domestik juga berkaitan dengan pergeseran kapasitas produksi Giga Shanghai ke ekspor. Pada April, Tesla China mengekspor 53.522 kendaraan, melonjak 80,04% dibanding tahun lalu dan naik 81,04% dari Maret.
Model Y kembali memimpin pengiriman ke luar negeri. Pada bulan yang sama, model itu mengekspor 29.153 unit, naik 108,59% secara tahunan, dan menyumbang 54,47% dari total ekspor Tesla China.
Model 3 juga ikut mendorong ekspor Tesla China pada April. Sedan tersebut mengekspor 24.369 unit, naik 54,70% dari tahun sebelumnya, serta menyumbang 45,53% dari total ekspor Tesla China pada bulan itu.
Gabungan penjualan domestik dan ekspor membuat penjualan wholesale Tesla China pada April mencapai 79.478 unit. Jumlah itu naik 35,96% dibanding setahun sebelumnya, tetapi pangsa Tesla di pasar kendaraan energi baru atau NEV China tetap tertekan.
Pangsa pasar Tesla di segmen NEV turun menjadi 3,06% pada April. Itu menjadi level terendah sejak November 2025.
Di tengah perubahan permintaan dan pola penyaluran kendaraan, Tesla juga menyesuaikan skema pembiayaan pembelian mobil di China pada Mei. Perusahaan menghapus pinjaman berbunga rendah tujuh tahun dan hanya mempertahankan pembiayaan tanpa bunga hingga lima tahun.
Perubahan itu muncul saat bank-bank disebut memperketat kredit otomotif. Dalam situasi tersebut, dominasi Model Y di pasar domestik tetap menjadi penopang utama Tesla, sementara ekspor dari Shanghai membantu menjaga volume keseluruhan perusahaan di China.
Source: cnevpost.com






